KPU Telusuri Rekam Jejak Moderator Debat Kedua Cagub DKI Jakarta

Share:
Capsa Susun
   
                                                                     Tina Talisa

Buletin365.com, Jakarta Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta akan memberikan ruang khusus kepada dua moderator dalam debat kedua cagub DKI Jakarta. Pemandu acara itu akan diberi kesempatan mendalami visi-misi dan program masing-masing pasangan calon.

"Mengapa kami mengambil dua moderator dalam debat kedua ini, karena akan pendalaman visi-misi masing-masing pasangan calon," kata Ketua KPU DKI Sumarno di Jakarta, Rabu 25 Januari 2017.

Dia menjelaskan, KPU DKI Jakarta telah mengevaluasi pelaksanaan debat publik pertama. Didapatkan kesimpulan perlu adanya pendalaman dan penajaman visi-misi dan program kerja masing-masing pasangan calon.

Sebab, Sumarno yakin masing-masing pasangan memiliki program yang bagus, namun karena waktu yang singkat maka visi-misi kurang bisa didalami.

"Masing-masing pasangan sesungguhnya memiliki program bagus, namun karena waktu pendek sehingga tidak bisa mendalam. Ketika ada ahli, diharapkan bisa mendalami visi misi," ujarnya.

Sumarno mengatakan, KPU DKI Jakarta sengaja mengambil satu orang akademisi sebagai moderator agar bisa mendalami visi-misi dan program kerja pasangan calon.

Dia juga menjelaskan, pola dua moderator itu dimaksudkan untuk menjaga agar pertanyaan dan jawaban peserta debat fokus pada substansi tema.

"Agar debat fokus pada substansi tema namun tidak menghilangkan unsur pertunjukan debatnya. Diharapkan out put debat kedua semakin fokus pada substansi," tutur Sumarno.

Selain itu, dia mengatakan, KPU DKI Jakarta sudah menelusuri rekam jejak dan latar belakang moderator dan panelis yang terlibat dalam debat kedua cagub DKI itu.

Menurut dia, berdasarkan hasil penelusuran itu, semuanya dinyatakan bersih, artinya tidak pernah menjadi aktivis partai politik tertentu.

"Sebelum ditetapkan KPU, sudah ditelusuri rekam jejak kedua moderator dan dipastikan tidak terafiliasi dengan pasangan calon dan partai tertentu," ujar Sumarno seperti dikutip dari Antara.

KPU DKI telah menunjuk presenter Tina Talisa dan dosen Universitas Indonesia Eko Prasodjo sebagai moderator debat kedua. Tina Talisa adalah jurnalis yang pernah menjadi presenter di beberapa stasiun televisi, sementara Eko Prasodjo merupakan Guru Besar Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. Eko Prasodjo juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi.

Dia mengatakan, seluruh pihak yang terlibat dalam debat kedua yaitu tim perumus materi, moderator maupun televisi penyelenggara telah menandatangani pakta integritas untuk menjaga netralitas, profesionalitas, dan integritas debat.

KPU DKI Jakarta akan menyelenggarakan debat publik kedua calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Jumat 27 Januari 2017 pukul 19.30 WIB di Hotel Bidakara, Jakarta. Debat berlangsung 120 menit yang disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi.

Baca Juga: Anak Ahok: Perjuangan Belum Selesai

No comments