Jokowi: Indonesia Butuh Estafet Kepemimpinan yang Baik

Share:
Capsa Susun
Presiden Jokowi

Buletin365.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin ekonomi Indonesia terus memperlihatkan pertumbuhan. Namun, menurutnya, hal ini hanya bisa dilakukan jika estafet kepemimpinan berjalan baik.

Jokowi sudah menatah prakiraan kondisi Indonesia pada 2045 atau tepatnya saat 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani menghitung keadaan ekonomi Indonesia saat mulai jumlah penduduk, Produk Domestik Bruto (PDB), dan pendaptan per kapita orang Indonesia saat itu.

Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan 309 juta orang. PDB bila ekonomi atas 5 persen atau normal di 5 persen menembus US$ 9,1 triliun atau US$ 120 ribu. Pendapatan per kapita menembus US$ 29 ribu. Naik hampir 10 kali lipat dibanding saat ini yang hanya US$ 3.450.

"Itu kalau tidak ada unsur permasalahan politik," kata Jokowi saat membuka Tanwir Muhammdiyah di Ambon, Maluku, Jumat (24/2/2017).

Dengan otoritas yang sangat baik ini, Jokowi bisa menyebut Indonesia berada pada salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Indonesia berada di posisi empat dunia dengan ekonomi terbaik.

"Tapi memang sekali lagi ini butuh konsistensi, kerja keras, dan sebuah estafet yang baik. Artinya, ada budaya estafet dari pemimpin sebelumnya ke pemimpin berikutnya," ujar Jokowi.

"Jangan mulai dari TK lagi, mulai dari awal lagi. Ini harus diestafetkan dengan baik sehingga angka yang diestafetkan pada saya benar-benar bisa kita pegang," tutur Jokowi.

Baca Juga: BARCELONA DIBERITAKAN AKAN BERHADAPAN DENGAN REAL MADRID PADA LAGA PRAMUSIM MENDATANG

No comments