Sikap Polri Soal Permintaan SBY Usut Dugaan Penyadapan

Share:
Capsa Susun
   
                                      Irjen Pol Boy Rafli Amar. (Buletin365.com)

Buletin365.com, Jakarta - Polri melalui Kepala Divisi Humas Irjen Boy Rafli Amar menyatakan, pihaknya masih mencermati terkait permintaan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono agar kepolisian menyelidiki adanya dugaan penyadapan. Penydapan terhadap telepn SBY mencuat setelah pengacara Ahok mengaku memiliki bukti adanya komunikasi antara SBY dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin terkait fatwa penisataan agama.

"Bagaimana dalam proses komunikasi yang menimbulkan permasalahan bisa menjadi suatu bagian yang dipelajari oleh kepolisian. Informasi ini akan kita terima fenomena yang berkembang. Tentu ini harus kita cari apakah memiliki validitas tinggi," ujar Boy Boy dalam acara Coffee  Morning Polri dengan Wartawan di Gedung Kadiv Humas Polri, Jakarta, Kamis  (2/2/2017).

Boy mengatakan, apa yang disampaikan SBY terkait penyadapan menjadi bagian yang perlu dicermati. "Saya baru mendengar adanya komunikasi seperti itu," kata Boy.

Guna kepentingan penyelidikan dan proses hukum atas apa yang diminta SBY, kata Boy, pihaknya memerlukan bukti elektronik.

"Kita kan berbicara informasi yg berkembang. Itu merupakan bagian yg harus diverifikasi. Kami dalam penegakan hukum harus ada bukti elektronik, itu ada dalam proses hukum terutama," kata Boy.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Presiden Joko Widodo menjelaskan soal dugaan penyadapan yang dialami dirinya.

Pernyataan tersebut merespons apa yang disampaikan tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengaku mempunyai transkrip rekaman pembicaraan dirinya melalui saluran telepon dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin.

"Saya mohon Pak Jokowi berkenan memberi penjelasan transkrip sadapan itu. Siapa yang menyadap. Supaya jelas yang kita cari kebenaran," ujar SBY .

SBY menganggap dugaan penyadapan yang dilakukan terhadap dirinya merupakan persoalan serius. Apalagi pernyataan soal penyadapan itu disampaikan di dalam sebuah persidangan.


"Saya hanya mohon hukum ditegakan. Bola sekarang bukan pada saya, bukan di Pak Maruf Amin, bukan di Pak Ahok dan tim pengacaranya, tetapi pada atau di tangan Polri dan di penegak hukum lain. Bola di tangan mereka," tegas SBY.

Baca Juga: Bioskop Berkasur Jadi Tempat Mesum Terselubung?

No comments