Data Tenaga Kerja AS Tekan Rupiah ke 13.385 per Dolar AS

Share:
Capsa Susun
  
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah berada di kisaran 13.361 per dolar AS hingga 13.385 per dolar AS.

Buletin365.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menurun pada perdagangan Kamis pekan ini. Data tenaga kerja AS menjadi pemicu meningkatnya dolar AS sehingga menekan rupiah.

Mengutip Bloomberg, Kamis (9/3/2017), rupiah dibuka di angka 13.373 per dolar AS, menurun jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.350 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah berada di kisaran 13.361 per dolar AS hingga 13.385 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah meningkat 0,68 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) menembus rupiah di angka 13.373 per dolar AS, menurun cukup tajam jika dibandingkan dengan penurunan sebelumnya yang ada di angka 13.340 per dolar AS.

Dolar AS memang menguat terhadap beberapa mata uang di Asia pada hari ini sesudah data pekerjaan AS sangat memuaskan.

Meningkatnya penciptaan lapangan kerja baru di sektor swasta pada Februari membuat harapan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) untuk meningkatkan suku bunga pada pekan depan.

ADP melaporkan data tenaga kerja AS di sektor swasta meningkat 298 ribu pada Februari 2017. Angka ini terbesar sejak April 2014.

Ekonom RBC Capital Markets Tom Porcelli menuturkan, laporan ini sudah menjadi sinyal kuat akan meningkatnya suku bunga the Fed. Jika pada Jumat nanti laporan ketenagaan kerja yang lain juga tumbuh positif maka tak ada yang bisa menghentikan Bank Sentral AS untuk meningkatkan suku bunga.

"Hampir tidak ada yang bisa menghentikan mereka," jelas dia dikutip dari Reuters. "Ini peristiwa yang cukup menarik sehingga bisa terus menekan penguatan dolar AS," tutur dia.

Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menuturkan, mayoritas kurs di Asia menurun terhadap dolar AS di perdagangan Rabu tetapi rupiah masih normal "Rupiah yang konsisten normal bisa mulai menurun penyebabnya penguatan dolar AS cukup kuat," tutur dia.

Baca Juga: SIAPA SAJAKAH NAMA BESAR ANGOTTA DPR YANG TERJERAT KASUS E-KTP

No comments