Bandar Sakong Capsa Susun

Saturday, March 4, 2017

Intip Data Perdagangan antara RI dan Arab Saudi

  
Raja Salman Dan Presiden Jokowi

Buletin365.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud telah menandatangani 11 nota kerjasama, yang salah satunya berhubungan dengan perdagangan. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memaksimalkan kerja sama tersebut.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita menuturkan Indonesia mempunyai potensi ekspor lebih besar ke Arab Saudi. Di antaranya di sektor otomotif.

"Semuanya, mulai minyak sawit, otomotif. Kita lebih memajukan yang punya nilai tambah. Kita dorong itu, secara kelengkapan dari kevakuman akan kita isi. Kita akan meningkatkan," kata dia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sebenarnya bagaimana proses ekspor impor antara Indonesia dan Arab Saudi sepanjang tahun lalu dan di Januari 2017?

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima Buletin365.com, Jakarta, seperti ditulis Minggu (5/3/2017), total nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi menembus US$ 109,54 juta pada Januari 2017. Nilai tersebut naik 6,87 persen dari realisasi periode yang sama sebelumnya senilai US$ 102,50 juta.

Sementara sepanjang tahun lalu, pendapatan nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Negeri Minyak itu menembus US$ 1,33 miliar atau menurun signifikan 35,31 persen dibanding perolehan Januari-Desember 2015 yang mencapai angka US$ 2,06 miliar.

Berikut 16 komoditas maupun produk ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi, antara lain:

1. Kendaraan selain rel kereta api dan aksesorisnya

2. Kayu dan barang dari kayu, arang kayu

3. Kertas dan papan kertas, bubur kertas

4. Bahan makanan

5. Besi dan baja

6. Minyak hewan nabati, lemak yang bisa dimakan

7. Kawat buatan

8. Karet dan barang dari karet

9. Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanik dan bagiannya

10. Peralatan elektronik dan bagian-bagiannya

11. Barang-barang dari besi dan baja

12. Plastik dan barang-barang dari plastik

13. Olahan daging, ikan, udang, dan lainnya

14. Serat buatan

15. Bubur kertas dari kayu atau lainnya

16. Lainnya

Impor

Sedangkan jumlah perolehan impor dari Arab Saudi ke Indonesia pada Januari 2017 menembus angka US$ 219 juta atau mengalami peningkatan dari sebelumnya US$ 196,15 juta di periode Januari 2016. Sedangkan di Januari-Desember 2016, tercatat nilai impornya US$ 2,73 miliar.

Rinciannya, Indonesia mengimpor komoditas atau produk minyak dan gas (migas) dari Arab Saudi sebesar US$ 153,37 juta di Januari 2017 atau naik tipis dibanding realisasi US$ 150,24 juta di periode Januari tahun lalu. Sementara di 2016, nilai impor migas Indonesia dari Negeri 1001 Malam itu mencapai US$ 2,02 miliar.

Nilai impor nonmigas dari Arab Saudi ke Indonesia pada tahun lalu menembus angka US$ 705,53 juta. Khusus di Januari 2017, nilai impornya US$ 65,64 juta atau naik signifikan dari realisasi US$ 45,92 juta di awal tahun lalu.

Berikut komoditas atau produk impor migas dan nonmigas Indonesia dari Arab Saudi, yakni:

Migas

1. Minyak mentah

2. Nafta, dan lainnya

3. (Gas) Butana cair

4. Propana cair

5. Kokas (petroleum coke) semacam hasil akhir proses penyulingan minyak bumi

Nonmigas

1. Polypropylene

2. Ethylene

3. Mentanol

4. Aluminium yang ditempa

5. Belerang dari segala jenis

6. Limbah tembaga dan skrap

7. Lainnya.

Baca Juga: TANGGAPAN KPU DKI TERKAIT AHOK - DJAROT TINGGALKAN RAPAT PLENO

Bandar Sakong