Bandar Sakong Capsa Susun

Saturday, March 4, 2017

Kehadiran Raja Salman di Bali Akan Merubah Persepsi Pulau Dewata

   

Raja Salman

Buletin365.com, Jakarta - Sebelum kehadiran Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati menuturkan, wisatawan asal negara Arab masih minim. Pendapat dia, hal tersebut dikarenakan perbedaan budaya antara Bali dan Timur Tengah.

Pendapat Tjokorda, saat ini negara Timur Tengah belum masuk ke dalam daftar 10 negara terbesar asal wisatawan yang berkunjung ke Bali.

"Jumlahnya masih jauh dari wisatawan Australia dan China," kata Tjokorda saat dihubungi Buletin365.com, Sabtu 4 Maret 2017.

Tjokorda menjelaskan, dari total kunjungan wisatawan ke Bali yang berjumlah 4,9 juta orang, negara Timur Tengah hanya menyumbang 48 ribu wisatawan di tahun 2016. Jumlah itu sedikit mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya sebanyak 36 ribu orang.

Jumlah itu jauh dari wisatawan Australia yang sebanyak 1,1 juta orang, yang menempatkan negara itu di urutan pertama penyumbang wisatawan terbanyak ke Bali. Sementara, wisatawan dari China sebanyak 900 ribu orang.

Ia berharap, dengan kehadiran Raja Salman bersama keluarga dan menterinya, bisa menaikkan popularitas kunjungan wisatawan Timur Tengah berwisata ke Bali. "Rajanya saja liburan ke Bali, masa rakyatnya enggak ke sini," ujar Tjokorda.


Tujuannya, kata dia, usai kehadiran Raja Salman, wisatawan dari Timur Tengah ke Bali bisa bertambah menjadi 100 ribu orang di tahun ini. "Persepsi tentang perbedaan kultur ini bisa dihilangkan," imbuh Tjokorda.

Baca Juga: 6 PESAWAT ROMBONGAN RAJA SALMAN SAMPAI BALI SORE INI