Bandar Sakong

Kesal Cinta Ditolak, Karyawan Toko Perkosa Gadis Belia Judi Bola


Ilustrasi Korban Pemerkosaan

Buletin365.com, Kupang - Seorang karyawan toko spons berinisial JL (26) diamankan polisi sesudah dilaporkan memperkosa FFS (16), gadis warga Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Pemerkosaan itu diduga dilakukan karena cinta bertepuk sebelah tangan.

"Pelaku dilaporkan keluarga korban pada Sabtu (25/3/2017) bahwa terjadi tindak pidana percabulan dan persetubuhan anak di bawah umur yang terjadi di Perumahan Putra Naimata, Kota Kupang," ujar Kapolsek Maulafa AKP Wiradi S Leksana kepada Buletin365.com, Senin, 27 Maret 2017.

Wiradi menuturkan, pertemuan pertama korban terjadi pada Januari 2017 lalu saat korban bersama orangtuanya pergi ke mal. Saat itu, menurut korban, JL mengikutinya hingga pulang ke rumah.

Seminggu kemudian, sekitar pukul 11.00 Wita, saat korban sendirian di rumah, JL mendatangi rumah korban meminta korban untuk menerimanya sebagai pacar. Namun, permintaan JL ditolak. Kesal cintanya bertepuk sebelah tangan, ia lalu memperkosa FFS.

"Setelah itu, pelaku mengancam korban untuk tidak boleh menceritakan kejadian itu. Korban mengklaim baru pertama kali berhubungan dengan pelaku," kata Wiradi.

Seminggu kemudian, JL kembali datang ke rumah korban dan berniat meminta "jatah". Namun, korban menolak membukakan pintu. JL yang kesal melempari rumah dan mengancam korban melalui pesan pendek ke ponsel korban. SMS ancaman itu diketahui keluarga korban.

"Setelah membaca SMS, keluarga korban menanyakan ke korban. Namun awalnya, korban tidak jujur karena takut dengan ancaman pelaku. Setelah dipaksa, korban akhirnya membuka permasalahan yang di alaminya. Akhirnya keluarga merencanakan untuk melaporkan kejadian itu ke polisi," tutur Wiradi.

Dia menjelaskan, polisi awalnya kesusahan mencari sosok pemerkosa itu karena korban tidak mengetahui alamat tersangka. Namun setelah didalami, pelaku akhirnya teridentifikasi dan berhasil diamankan.


"Pelakunya sudah kami amankan dan korban telah divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang didampingi pihak keluarga," kata Wiradi.

Baca Juga: JPU Belum Memahami Skasi Tim Ahok Di Luar BAP

Post a Comment