Bandar Sakong Capsa Susun

Monday, March 6, 2017

Monitoring Isentia: Selama Februari, Nama Ahok Menjadi Topik Terhangat di Medsos

  

Ahok

Buletin365.com, Jakarta - Tidak adanya pasangan calon yang mendapat 50 persen suara di Pilkada DKI Jakarta 15 Februari lalu, membuat pemilihan gubernur DKI harus melakukan ke putaran kedua untuk memastikan pemenang.

Pilkada DKI putaran dua akan di adakan April 2017. Sama seperti halnya dengan pada putaran pertama, Pilkada DKI putaran kedua juga menarik perhatian netizen di Indonesia.

Dua calon gubernur, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Anies Baswedan, sama-sama memiliki topik menarik untuk dibicarakan.

Bersumber pada monitoring pembicaraan di media sosial yang dilakukan perusahaan media asal Australia, Isentia, sejak 10 – 26 Februari 2017, total jumlah pembicaraan tentang kedua cagub itu 733.450 perbincangan.

Country GM Isentia Jakarta Luciana Budiman menuturkan, netizen yang membicarakan Ahok jauh lebih banyak dibandingkan Anies. Total pembicaraan mengenai Ahok mencapai 501.970 percakapan. Sedangkan Anies sebanyak 231.480.

Berdasarkan monitoring itu, Twitter berkontribusi sebesar 89.99 terhadap total pembicaraan di ranah digital.

"Terjadi peningkatan popularitas di beberapa hari tertentu yang berhubungan dengan calon gubernur Ahok, misalnya di tanggal 16 dan 21 Februari," ujar Luciana dalam keterangan tertulisnya, Senin 6 Maret 2014, di Jakarta.

Menurut Luciana, tingginya pembicaraan tersebut dikarenakan adanya berita membahas hasil quick count pilkada 15 Februari, yang mempertontonkan unggulnya pasangan Ahok-Djarot dibandingkan pasangan cagub-cawagub lainnya.

Hal lainnya yang membuat nama Ahok banyak dibicarakan yakni terkait seputar kasus penistaan agama.

Selain media sosial, Isentia juga memantau pemberitaan di media konvensional seperti surat kabar, majalah, televisi, dan portal online. Terdapat 30.743 pemberitaan di media-media nasional dan lokal.

Media online memiliki kontribusi tertinggi pemberitaan pada kedua kandidat. Kontribusinya sebesar 3,72 persen, dengan komposisi 28 persen mengenai Anies dan 72 persen mengenai Ahok.

Sedangkan surat kabar menduduki posisi kedua yakni 0,29 persen, dengan jumlah pemberitaan 24 persen tentang Anies dan 76 soal Ahok. Sedangkan majalah dan televisi berkontribusi masing-masing sebesar 0,01 persen.

Luciana menjelaskan, secara umum share of voice (SOV) di media sosial dan media konvensional antara dua kandidat tersebut berbeda cukup jauh.

Komposisi pembicaraan di media sosial adalah 68 persen untuk Ahok dan 32 persen untuk Anies. Sedangkan untuk media-media umum komposisinya, 28 persen memberitakan Anies dan 72 persen memberitakan Ahok.

Pembicaraan Anies seputar sebagian programnya yang realistis, mudah diterima oleh masyarakat serta mengalirnya dukungan dari pemilih Agus Yudhoyono. Sedangkan pada Ahok, aktivitasnya sebagai gubernur saat meresmikan RPTRA Kalijodo dan kemacetan yang mulai berkurang di kawasan Semanggi.

"Jika dilihat secara umum, kontribusi pemberitaan media konvensional tentang kedua kandidat ini hanya sebesar 4,02 persen, sedangkan pembicaraan di ranah media sosial mengenai mereka mencapai 95,98 persen," ujar Lusiana.

Baca Juga: AHOK MEMBERIKAN PEMBERIAN NAMA MASJID RAYA DKI PADA JOKOWI