PDIP Mendukung Aksi Ahok - Djarot Walkout di Rapat Pleno KPU DKI

Share:
Capsa Susun
  
Ahok-Djarot

Buletin365.com, Jakarta PDI Perjuangan menjujung dan mengapresiasi memberikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang keluar atau walkout dari Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon dan Peluncuran Tahapan Kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu malam.

"Apa yang terjadi pada malam ini di mana Pak Basuki dan Djarot mempercayakan kepada tim kampanye untuk mewakili di acara KPUD, membanyangi bahwa narasi memimpin Jakarta yang diperlihatkan Pak Basuki-Djarot adalah narasi memimpin perlu disiplin, ketegasan, dan profesionalitas," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu 4 Maret 2017.

Meski Ahok-Djarot tak menyelusuri langsung pengumuman resmi dari KPU DKI Jakarta, namun menurut Hasto, Ahok-Djarot menerima apa yang diberikan oleh pihak KPU DKI Jakarta. Terlebih, banyak tim sukses paslon nomor urut dua di Hotel Borobudur.

Dalam rapat pleno terbuka itu, pihak KPU DKI Jakarta mengumumkan hasil rekap antisipasi suara pada Pilkada Putaran pertama. Rekap tersebut selesai pada 26 Februari 2017 lalu.

Di mana pasangan nomor urut satu, Agus-Sylvi menghasilkan 937.955 suara atau 17,07 persen, sedangkan pasangan Ahok-Djarot 2.364.577 suara atau 42,99 persen, sementara Anies-Sandi menghasilkanj 2.197.333 suara atau 33,95 persen.

Penyebabnya tak ada yang mencapai 50 persen, maka berdasarkan landasan Pasal 11 ayat 1, Pilkada DKI Jakarta harus melalui putaran kedua. Pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi berwenang berjuang dalam putaran kedua ini.

"Malam ini jadi saksi, begitu putaran kedua ditentukan, maka seluruh parpol pengusung Basuki dan Djarot dan relawan menyatu dalam sebuah kekuatan untuk memenangkan putaran kedua," kata Hasto.

Ahok dan Djarot sendiri keluar dari Ruang Pertemuan di Hotel Borobudur, sebelum acara dimulai. Akibatnya, mereka kesal acara berjalan tak sesuai jadwal yang sudah dijadwalkan.

"Mohon maaf, ini kita melihat ada ketidakprofesionalan dari penyelenggara (Pilkada DKI). Kami benar-benar menghargai undangan dari KPUD," ujar Djarot usai meninggalkan ruang acara.

"Kan harusnya KPUD juga memberlakukan satu aturan yang sama, ketika aturan itu jam 7 malam, harusnya pada jam 7 malam, atau paling lambat jam 7.15 WIB itu harus dimulai. Kami sudah lengkap, datang jam 7, tapi tadi kami lihat mereka masih makan-makan dan belum dimulai," ucap Djarot.

Baca Juga: BANTAI CELTA, BARCELONA MENGAMBIL AHLI KLASEMEN DARI REAL MADRID

No comments