Bandar Sakong Capsa Susun

Saturday, March 11, 2017

Presiden Jokowi Mengekspos Ekposisi Furniture Internasional Indonesia


Ilustrasi Furnitur

Buletin365.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengekspos ekposisi Furniture Internasional Indonesia 2017 pada Sabtu (11/3/2017) di arena Pekan Raya Jakarta dengan mengajak pengusaha memecahkan masalah secara bersama-sama.

Pada peluang tersebut, Jokowi menuturkan pemerintah terus berusaha berupaya melakukan konsilidasi industri, terutama berhubungan dengan peningkatan produktivitas dan ekspor.

Dalam tanggapan peresmian acara itu, Jokowi menuturkan masih banyak masalah yang perlu dirampungkan bersama antara pemerintah dengan pengusaha.

"Menurut saya, semakin banyak kita bertemu baik dari asosiasi, dengan menteri-menteri maupun dengan saya. Saya kira masalah-masalah itu akan bisa kita atasi dengan baik," ujar Jokowi seperti dikutip dari laman Antara.

Sejumlah usaha yang dikerjakan pemerintah, salah satunya pendapat Jokowi adalah mendistribusi sejumlah insentif bagi beberapa industri untuk meningkatkan nilai ekspor.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menuturkan bahwa dirinya akan melakukan pembahasan dengan Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri BUMN serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif untuk membahas permasalahan yang berhubungan dengan SVLK serta perpajakan.

"Industri ini menggunakan bahan baku 100 persen dari Indonesia. Kedua, serap tenaga kerja banyak sekali. Ketiga, ekspor yang menghasilkan devisa. Ini tiga hal prioritas di industri ini, mebel dan kerajinan, gede sekali," kata Jokowi terkait potensi industri mebel domestik.

Pameran IFEX diselenggarakan selama empat hari sejak 11 Maret 2017. Diharapkan pameran ini dapat meningkatkan nilai ekspor mebel dan kerajinan Indonesia.

Menurut data Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), pasar mebel domestik pada Januari 2017 tumbuh 2,76 persen.

Sementara itu, data BPS memperlihatkan ekspor mebel per Januari 2017 meningkat jadi US$ 148 juta dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tertulis sebesar US$ 144 juta.

Baca Juga: JODOH ITU TIDAK UNTUK SELAMANYA, BENARKAH?

Bandar Sakong