Bandar Sakong Capsa Susun

Wednesday, March 8, 2017

RI dan Afrika Selatan Mencoba Kerja Sama di Sektor Transportasi


KA Kutojaya Selatan

Buletin365.com, Jakarta Presiden Joko Widodo tengah melaksanakan peninjauan kerja sama di berbagai bidang dengan Presiden Afrika Selatan, Jacob Gedleyehlekisa Zuma. Salah satu kerja sama tersebut dilaksanakan di sektor transportasi udara dan perkeretaapian

"Saya mendapat kehormatan untuk melepas kepulangan Presiden Afsel usai menghadiri perhelatan IORA kemarin. Presiden dan delegasi Afsel menyatakan senang berkunjung ke Indonesia dan mengapresiasi pemerintah Indonesia. Beberapa hal yang akan kita jajaki dengan Afsel adalah kerjasama bidang penerbangan, dan perkeretaapian di Kalimantan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam penjelasannya, Kamis (9/3/2017).

Budi menjelaskan, bahwa saat ini sudah ada perusahaan Afsel yang tertarik untuk membangun sektor perkeretaapian di Kalimantan untuk angkutan batubara.

Afrika Selatan saat ini dinilai Budi Karya punya sektor pertambangan yang maju. Oleh karena itu, nanti akan ada satu perusahaan Afrika Selatan yang melakukan kesepakatan kerja sama angkutan KA batubara di Kalimantan.

Kementerian Perhubungan akan mengkaji lebih dalam kerja sama tersebut dan membahas secara detail perjanjian atau MoU dengan Afsel agar semuanya jelas.

"Memang saat ini belum ada sebuah perjanjian, karena kalau membuat perjanjian itu kan harus detail. Jangan sampai sudah berbicara ini itu tapi tindak lanjutnya tidak ada," ucapnya.

Sementara di sektor udara, Menhub mengatakan pemerintah Indonesa akan melakukan peningkatan kerjasama di bidang penerbangan dengan Afsel.

Presiden Jokowi menginginkan Indonesia bisa menjadi hub Afsel ke negara-negara Asia, sebaliknya Indonesia akan menjadikan Afsel sebagai hub Indonesia ke negara-negara Afrika.

Sebagai informasi, kerjasama Indonesia dengan Afsel khususnya di sektor transportasi udara sudah dimulai sejak tahun 1997. Pada tahun itu telah dilakukan penandatangan perjanjian induk pembukaan hubungan udara kedua negara.

Berlanjut pada tahun 2013, kedua negara melakukan penandatangan MoU terkait pengaturan hak-hak angkutan udara. Isi dari MoU tersebut yaitu membuka rute penerbangan Indonesia-Afrika dengan frekuensi 7x seminggu. Kedua negara sepakat membuka seluruh akses penerbangan melalui bandara-bandara Internasional yang ada. Afsel sendiri memiliki tiga bandara Internasional utama yaitu, Bandara Internasional Cape Town, Bandara Internasional Tambo (Johannesburg), dan Bandara Internasional Durban.

Namun demikian sampai saat ini belum ada maskapai penerbangan yang melayani penerbangan antar kedua negara, baik itu dari maskapai nasional maupun maskapai Afsel. (Yas)

Baca Juga: RIVALITAS PERGANTIAN JABATAN DIRUT PERTAMINA MAKIN KETAT

Bandar Sakong