situs poker profesional Bandar Capsa Bandar Q Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Strategi KPK Memastikan Tersangka Baru di Korupsi E-KTP

Share:

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif (kiri) memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan dengan Ketua KPPU, Syarkawi Rauf di Jakarta, Selasa (20/12)

Buletin365.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengklaim sudah mempunyai rencana baru untuk membongkar konflik e-KTP. Terutama untuk memastikan tersangka baru dalam masalah suap pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik ini.

‎‎"Nah, salah satu strategi yang dipunyai penuntut umum itu melihat kelanjutan persidangan (korupsi proyek e-KTP)," ujar Laode di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017).

Menurut dia, semakin banyak informasi dan fakta yang ada dalam persidangan semakin melancarkan penyidik untuk menentukan tersangka lain.

"Jadi kalau makin banyak informasi dalam sidang, kami mempunyai sesuatu tentu, saya tak bisa janjikan, tapi orang yang disebut namanya dalam Pasal 55 KUHP diharapkan bisa dirampungkan dalam waktu dekat," kata Laode.

Pasal 55 KUHP adalah pasal penyertaan atau turut serta. Jika melihat dakwaan kasus e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, pada Kamis 9 Maret 2017, kedua terdakwa itu disebut melakukan perbuatan hukum yang merugikan negara bersama-sama dengan Setya Novanto, Andi Agustinus alias Andi Narogong (pengusaha) dan Diah Anggraeni (orang Kemendagri) bersama beberapa pemenang tender proyek e-KTP.

Ditambah, dalam pengakuan Diah saat sidang lanjutan pada Kamis 16 Maret 2017 lalu, Setya Novanto dan Andi Narogong selalu ikut dalam rapat pertemuan dengan terdakwa Irman.

Laode menjelaskan penyidik KPK menegaskan akan memastikan penetapan tersangka berikutnya dalam kasus e-KTP seperti kloter haji. ‎"Akan ada kayak haji lah, kloter pertama, kloter kedua dan kloter ketiga," kata Laode.

Baca Juga: Lift Jatuh Di Blok M Square, Polisi Menyelidiki Enam Saksi

No comments