Tanggapan KPU DKI Terkait Ahok - Djarot Tinggalkan Rapat Pleno

Share:
Capsa Susun
  
Ketua KPU Jakarta

Buletin365.com, Jakarta - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat atau Ahok-Djarot meninggalkan acara Rapat Pleno Terbuka Penentuan Pasangan Calon dan Peluncuran Tahapan Kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu 4 Maret 2017, sebelum acara di mulai.

Ahok-Djarot meninggalkan lokasi rapat karena kesal acara berjalan tak berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

"Mohon maaf, ini kita melihat ada ketidakprofesionalan dari penyelenggara (Pilkada DKI). Kami benar-benar menghargai undangan dari KPUD," ujar Djarot usai meninggalkan ruang acara.

"Kami sudah lengkap, datang jam 7, tapi tadi kami lihat mereka masih makan-makan dan belum dimulai," sambung Djarot.

Terkait hal ini, KPU DKI membela diri. Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menuturkan, antara KPU DKI dan Ahok-Djarot terjadi perbedaan pendapat.

"Sebenarnya bukan tidak sesuai dengan jadwal, kita kan menunggu. Kita menunggu supaya paslon itu semua hadir. Ini kan pengantinnya pasangan gubernur ini," ujar Sumarno usai acara.

Sumarno mengatakan, saat dia tiba di ruang pertemuan Flores, lokasi yang ditetapkan untuk acara, dia sempat menanyakan keberadaan pasangan calon Ahok-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Jadi, tadi saya datang, saya nanya, apakah sudah hadir semua, katanya ternyata belum," sambung Sumarno.

Sumarno tak setuju tuduhan keterlambatan acara dilayangkan kepada pihaknya. "Jadi tidak benar tadi dianggap bahwa kita menunggu paslon nomor urut 3 (Anies-Sandi). Nomor urut 3 juga sudah hadir," kata Sumarno.

Sumarno tak mengetahui jika pasangan Ahok-Djarot mengklaim sudah hadir dari pukul 19.00 WIB, waktu yang sudah ditetapkan untuk memulai acara.

"Tapi tadi kan pasangan calon Pak Ahok-Djarot berada di ruangan lain. Yang bukan di ruangan yang disiapkan oleh KPU, sehingga KPU tidak mengetahui bahwa beliau sudah ada di situ. Tidak mengetahui kalau sudah menunggu," kata Sumarno.

Sumarno menuturkan, jika pihak KPU DKI Jakarta mengetahui Ahok-Djarot sudah berada di lingkungan Hotel Borobudur, acara bisa dilanjutkan lebih cepat dari jadwal yang sudah dijadwalkan.

"Ini hanya saling menunggu. Karena kan saya menunggu. Enggak ada Pak Ahok kan, cuma ada Pak Anies-Sandi. Tiba-tiba beliau (Ahok-Djarot) masuk dan mengklaim kenapa kok enggak dimulai saya sudah nunggu lama. Rupanya menunggunya di tempat lain. Kita kan enggak tahu," papar Suumarno.

"Padahal sudah ada ruang tunggu untuk calon. Disediakan ruang VIP. Kan kita awali dengan makan malam, disediakan makan malamnya," lanjut Sumarno.

Baca Juga: PDIP MENDUKUNG AKSI AHOK - DJAROT WALKOUT DI RAPAT PLENO KPU DKI

No comments