Dipercaya Antar ke Sekolah, Tukang Becak Malah Cabuli Siswi TK

Share:
Capsa Susun


Buletin365.com, Malang - Polisi menangkap JS, tukang becak warga Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, dengan dugaan pencabulan anak di bawah umur. Korbannya adalah bocah 5 tahun yang tinggal di Kedungkandang.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan mengatakan, tukang becak itu diduga mencabuli korban yang masih duduk di taman kanak-kanak (TK) berkali-kali dalam waktu berbeda. Sedikitnya, JS mencabuli korbannya empat kali dalam kurun waktu empat bulan.

"Pelaku ditangkap atas laporan orangtua korban setelah tahu anaknya jadi korban pencabulan. Hasil visum, ada luka robek pada alat kelamin korban," kata Hoirudin di Malang, Rabu, 26 April 2017.

JS tinggal di tempat kos di kawasan Lesanpuro dan bekerja serabutan, termasuk sebagai tukang becak. Sudah empat bulan terakhir, ia dipercaya orangtua korban untuk mengantar dan menjemput putrinya ke TK tiap harinya. Namun, kepercayaan itu dibalas dengan ulah cabul pelaku.

Kasus pencabulan anak ini terungkap saat korban mengeluh ke orangtuanya ada sakit di bagian kelaminnya. Usai ditanya lebih jauh, bocah itu mengaku diperlakukan tak senonoh oleh orang yang biasa antar jemput ke sekolahnya.

Korban dicabuli di tempat kos pelaku dengan diiming-imingi dibelikan es krim agar tak bercerita ke orangtuanya. Geram dan marah mendengar pengakuan itu, orangtua korban langsung melapor ke polisi.

Kini akibat ulah pencabulannya itu, JS dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ia juga sudah dijebloskan ke tahanan Mapolres Malang Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami masih dalami kasus ini untuk memastikan apakah hanya ada satu korban atau ada lainnya," ujar Hoirudin.

Baca Juga: JOKOWI SESALKAN PEMERINTAH TAK PUNYA BANK TANAH

No comments