Donald Trump Picu 11 Ribu Perempuan AS Terjun ke Politik

Share:
Capsa Susun

Ivanka dan Donald Trump

Buletin365.com, Washington D.C - Terpilihnya Donald Trump jadi presiden AS tidak selalu membawa hal negatif. Buktinya, dengan miliarder nyentrik duduk di Gedung Putih, memicu perempuan Negeri Paman Sam untuk terjun ke dunia politik.

Perempuan dan politik di AS adalah hal biasa. Namun, bagaimana jika angka itu melonjak akibat Trump?

Inilah yang terjadi dalam sejarah AS untuk pertama kalinya, yaitu 11.000 perempuan ingin langsung berpartisipasi dalam politik AS. Fakta tersebut disampaikan Badan Perekrut dan Pelatih Perempuan Berpolitik di AS, Emily's List.

Presiden badan itu, Stephanie Schriock mengatakan, sejak Trump menjabat, 11 ribu perempuan di AS sudah menghubungi lembaga yang dipimpinnya. Tujuannya hampir semua, yaitu ingin belajar berpolitik.

"Lebih dari 10 ribu orang itu bukan riak, tapi ombak besar," sebut Schriock seperti dikutip dari Independent, Rabu (25/4/2017).

Ia mengaku terkejut dengan angka ini. Selama 30 tahun Emily's List berdiri kejadian seperti ini baru sekali terjadi.

"Puluhan ribu perempuan menghubungi kami sejak pemilu, mereka menggangap (pemilu) itu adalah perjanjian yang mengisi tenaga, niat dan perlawanan mereka semenjak hari pertama Donald Trump jadi Presiden," ucapnya.

Schriock menjelaskan, sebelum pemilu, mereka mencatat hanya di keseluruhan pelatihan dan seminar soal politik yang mereka selenggarakan, pesertanya hanya kurang lebih 900 wanita.

Ratusan perempuan yang ikut pelatihan punya cita-cita politik berbeda. Ada yang ingin jadi pengurus dewan sekolah, anggota arlemen hingga anggota kongres.

Faktor pendukung kenapa jumlah wanita yang tertarik di politik terus meningkat adalah mereka tak ingin kekalahan yang diterima Hillary Clinton di masa mendatang terulang kembali.

Belakangan terkuak, badan ini telah menyumbangkan sejumlah dana kepada kampanye Hillary kala mantan menlu masa Obama itu kehilangan motivasi mengapa perempuan di AS tak ingin terjun ke politik.

Kini, telah lebih dari 400 perempuan telah mengikuti program pelatihan selama enam bulan agar menjadi politisis sukses oleh Emerge America. Sebuah organisasi yang mendukung Partai Demokrat di AS.

Salah seorang perempuan yang sudah mengikuti pelatihan politik  dari Emerge Amercia, Alyson Leahy menyebut, ada dorongan besar kenapa ingin terjun ke politik karena Trump tak pantas jadi Presiden AS.

"Saya rasa kemenangan Trump adalah pertanyaan penting dan sebuah contoh, seorang yang tak punya kualifikasi baik menang mengalajnkan perempuan yang berkualitas," ucap Leahy.

Meski menunjukkan keantusiasan, sebuah studi terbaru mengatakan perempuan yang terjun ke politik memiliki kesempatan rendah untuk dipolih jika dibandingkan pria.

Adapun proporsi kandidat perempuan untuk kursi di  House of Representatives dan majelis rendah Kongres AS, dewasa ini 'hanya' 20 persen.

Baca Juga: REAL MADRID PERPANJANG KONTRAK ISCO, PEMAIN INI JADI TUMBAL

No comments