Kata Ketua DPRD Pasuruan soal Anggota dari PKS Dijemput Densus

Share:
Capsa Susun

Densusu 88 Antiteror

Buletin365.com, Pasuruan - Penjemputan Muhammad Nadir Umar anggota DPRD Pasuruan oleh Densus 88 mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Pasuruan. Nadir yang merupakan anggota dewan dari PKS itu dijemput polisi saat turun dari pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan XT 327 rute Kuala Lumpur - Surabaya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, M Sudiono Fauzan mengaku kaget mendengar koleganya dijemput Densus 88 antiteror setelah dideportasi dari Turki.

"Saya tidak menyangka jika dia (Nadir) ditangkap Tim Densus 88. Kami juga tidak mengetahui kepergiannya ke luar negeri tersebut dalam rangka apa. Karena tidak ada agenda kedinasan terkait kerja DPRD," kata pria yang karib disapa Dion saat ditemui awak media di Gedung DPRD Kabupten Pasuruan, Minggu 9 April 2017.

Dion mengatakan, Nadir terpilih sebagai wakil rakyat pada pemilu 2014. Saat ini dia duduk di Komisi IV yang membidangi pendidikan dan sosial. Setelah menjabat 2 tahun setengah, dia dilantik sebagai Ketua Badan Kehormatan (BPK) yang tugasnya memberikan sanksi pada anggota DPRD Pasuruan yang nakal.

"Dia baru saja menjabat Ketua Badan Kehormatan. Tapi kami masih belum mengetahui persis terkait penangkapannya oleh tim Densus 88, sabtu kemarin," kata dia.

Saat disinggung mengenai sanksi terhadap untuk dia, Dion menjawab pihaknya masih akan menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian.

"Untuk sanksi itu, kami belum bisa memastikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan (anggpta DPRD Pasuruan itu) dari kepolisian," ujar Dion.

Baca Juga: Dubes AS Untuk PBB: Assad Harus Lengser Jika Ingin Suriah Damai

No comments