Bandar Q Bandar Sakong Bandar Q Bandar Sakong

Kata Mendag Enggar Soal Tuduhan Trump Bahwa RI Curang Judi Bola Judi Bola Judi Bola


Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/2). Rapat tersebut membahas harga cabe dan daging sapi yang sempat melonjak tinggi. 

Buletin365.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memasukkan Indonesia dengan beberapa negara lain seperti China ke dalam negara curang terhadap perdagangan Amerika Serikat (AS). Negara-negara tersebut harus bertanggungjawab atas defisit perdagangan AS yang mencapai US$ 50 miliar.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita menanggapi perintah eksekutif Donald Trump ‎kepada stafnya tersebut. Menurutnya, pemerintah Indonesia akan menunggu langkah lanjutan dari Trump terkait hal ini.

"Ya kita ikuti dulu dan kami tunggu langkah yang akan ditempuh," kata Enggartiasto dalam pesan singkatnya kepada Buletin365.com, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Pemerintah Indonesia, diakuinya, akan mengevaluasi komoditas-komoditas yang selama ini diekspor ke Amerika. Evaluasi ini untuk melihat apakah komoditas yang dipasok ke Negeri Paman Sam itu berpotensi untuk ‎dipersoalkan.

"Sementara ini kita evaluasi komoditi yang kitaa ekspor ke AS apakah berpotensi untuk dipersoalkan. Selain itu, kita minta perwakilan kita di Washington DC untuk memantau dan memonitor," jelas Enggartiasto.

Sebelumnya pada Senin 3 April 2017, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan stafnya untuk mengumumkan negara-negara yang bertanggung jawab atas defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) yang mencapai US$ 50 miliar. Negara-negara ini disebutnya sebagai negara yang curang terhadap perdagangan AS.

Pejabat Tinggi AS mengatakan bahwa Donald Trump akan mengeluarkan dua perintah eksekutif untuk mencari akar masalah penyebab defisit neraca perdagangan AS.

Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan, salah satu perintah Trump berupa analisa negara per negara dan produk per produk. Hasilnya akana dilaporkan pada Trump dalam 90 hari.

Mereka akan melihat bukti kecurangan, perilaku tak pantas, kesepakatan dagang yang tidak sesuai dengan janji, kurangnya penegakan hukum, persoalan mata uang dan kendala dengan Organisasi Perdagangan Dunia. "Ini akan menjadi dasar untuk keputusan yang diambil pemerintah," ujarnya.

Perintah itu akan keluar satu pekan sebelum Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan nampaknya akan menjadi peringatan dini atas Beijing. "Perlu disebutkan bahwa sumber defisit terbesar adalah China," kata Ross.

Selain China, ada belasan negara lain dinilai menjadi penyebab defisit neraca perdagangan AS. Negara tersebut ialah Kanada, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Irlandia, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Korea Selatan, Swiss, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Baca Juga: Tak Cuma Modal Seksi, Vokal Hyorin Sistar Patut Diacungi Jempol

Post a Comment