Pemprov DKI Ungkap Kendala Tertundanya Revitalisasi Bundaran HI

Share:
Capsa Susun

Bundaran HI

Buletin365.com, Jakarta - Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Djafar Muchlisin mengungkapkan tertundanya revitalisasi Bundaran Hotel Indonesia terkendala kurangnya koordinasi. Padahal, awalnya koordinasi delapan perusahaan sekitar Bundaran HI dengan Gubernur Nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berjalan lancar.

Djafar menyatakan pihaknya tidak terlibat terkait permasalahan dana yang dibutuhkan dalam proyek revitalisasi ini. Hal ini karena anggarannya berasal dari dana Corporate Sosial Responsibilty (CSR) perusahaan-perusahaan tersebut. Biaya revitalisasi pun juga mengalami penurunan dari Rp 28 milliar menjadi Rp 16 milliar.

"Banyak perubahan ini, air mancur direncanakan menari juga tidak jadi. Tapi nanti Kamis akan ada pertemuan para pengusaha (konsorsium) dan pihak konsultan yang akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta," ucap Djafar di Ancol, Jakarta Utara, Senin, 3 April 2017.

Selain itu, dia mengatakan tidak hanya sekali pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Biro Tata Penerimaan memfasilitasi pertemuan anggota konsorsium ini. Djafar menambahkan seharusnya proyek tersebut dapat selesai pada Februari 2017.

"Padahal penyelesaiannya ditargetkan selesai selama tiga bulan saja. Pengajuan revitalisasi ini sebenarnya untuk menyambut Asian Games 2018," jelas dia.

Menurut Djafar, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tersendatnya proyek revitalisasi Bundaran HI tersebut. "Mungkin bisa jadi karena situasi politik saat ini. Artinya mempengaruhi cepat atau lambatnya proyek, mudah-mudahan bisa segera terealisasikan," tegas Djafar.

Sebelumnya, kawasan Bundaran HI akan direvitalisasi yang melibatkan berbagai perusahaan di sekitarnya. Djafar menyebutkan revitalisasi Bundaran HI terakhir dilakukan pada 2002. Revitalisasi ini salah satunya untuk mempercantik air mancur Bundaran HI.

Baca Juga: Alsan Nusron Wahid Ajak Nahliyin Pilih Ahok Djarot

No comments