Sri Mulyani: Pungutan Pajak Harus Berasas Keadilan

Share:
Capsa Susun

Ilustrasi Foto Pajak

Buletin365.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan jika pengenaan pajak kepada masyarakat harus berasaskan keadilan. Ini untuk membedakan masa kini dengan zaman kolonial seperti dituliskan Raden Ajeng Kartini dalam suratnya.

Ini disampaikan Sri Mulyani pada peringatan Hari Kartini, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/4/2017).

S‎ri Mulyani menuturkan, Kartini dalam suratnya menceritakan tentang pungutan pajak yang dilakukan penjajah ke penduduk pribumi sangat tidak adil.

Ketidakadilan terlihat dari pungutan pajak kepada penduduk yang memiliki pendapatan kecil, justru lebih besar ketimbang mereka yang berpendapatan besar. Kondisi ini menimbulkan penderitaan bagi rakyat.

"Surat Kartini mengenai pajak, hidup di era kolonial yang pendapatan kecil bayar pajak lebih banyak, dan dia tidak bisa lari, dia di situ di pajak di situ," kata Sri Mulyani.

Dia pun mengaitkan kondisi tersebut dengan kinerja Kementerian Keuangan khususnya terkait pemungutan pajak. Menurutnya, pemungutan pajak harus berasaskan keadilan dengan memihak pada rakyat kecil.

"Kalau kita ingin mengoreksi ketidakadilan, maka pajak kita harus mampu di satu sisi memihak bagi keluarga yang lemah," dia menambahkan.

Menurut dia, keadilan dalam pemungutan pajak adalah dengan menerapkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dan mengoptimalkan pemungutan pajak pada kelompok yang mampu.

"Apakah itu dengan PTKP, kita memberikan pemihakan dalam belanja negara untuk melindungi keluarga lemah, namun pajak juga harus sama   efektifnya memungut pajak kelompok yang mampu," tandas dia.

Baca Juga: HAK ANGKET DISETUJUI DPR, INI TANGGAPAN KPK

No comments