Bandar Sakong

Unggah Video Ahok di Pulau Seribu, Buni Yani Segera Disidang Judi Bola


Buni Yani memberikan keterangan sebelum memasuki kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (10/11). Buni Yani akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Buletin365.com, Jakarta - Setelah sempat dikembalikan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, berkas pelanggaran Undang-undang Informasi dan Trasaksi Elektronik (ITE) dengan tersangka Buni Yani akhirnya dinyatakan lengkap.

"Sudah lengkap dan tinggal tahap 2," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Setia Untung Arimuladi saat dihubungi Buletin365.com, Rabu (5/4/2017).

"Kami menunggu perkembangan selanjutnya dari penyidik," Untung menambahkan.

Untung tidak mengetahui kapan tahap 2 atau penyerahan berkas, barang bukti, dan tersangka dilimpahkan ke kejaksaan. Untung tidak menyebut rencana persidangan digelar untuk Buni Yani.

"Nanti itu dari Polda (Metro Jaya) yang akan menyerahkannya, sekali lagi kita lihat perkembangannya," ujar Untung.

Berkas penyidikan Buni Yani sempat dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, namun dikembalikan ke penyidik karena dianggap belum lengkap. Kejati juga menyarankan agar pelimpahan berikutnya dilakukan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Sebab, locus delicti atau lokasi perbuatan pidana yang dilakukan Buni Yani berada di Depok, Jawa Barat.

Buni Yani merupakan salah satu pengunggah penggalan video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok soal Surat Al Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Pulau Seribu. Dalam kasus ini, polisi tak mempermasalahkan konten video yang diunggah.


Namun caption atau deskripsi yang ditulis Buni Yani di akun Facebook-nya dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Buni Yani sempat menggugat praperadilan, namun ditolak PN Jakarta Selatan.

Baca Juga: BI Kembali Tekankan Uang Rupiah Baru Emisi 2016 Sulit Dipalsu

Post a Comment