Bandar Sakong

Begini Perkembangan Kondisi Mata Novel Baswedan Judi Bola


Penyidik KPK, Novel Baswedan tiba di RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta, Selasa (11/4). 

Buletin365.com, Jakarta - Sudah 22 hari penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani perawatan intensif di Singapura, pasca-penyerangan air keras. Kondisi bekas luka di wajah dan matanya pun berangsur membaik.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Novel mendapat enam tindakan medis kemarin. Tindakan dilakukan di kedua bola mata menggunakan alat periksa mata manual.

Dokter juga memberikan cairan kimia terhadap kedua bola mata Novel, untuk mengetahui kondisi mata dengan indikator warna, memberikan eye drop, memeriksa tekanan mata, dan memasang lensa di mata kanan.

"Untuk mata sebelah kiri mulai nampak kornea hitam hidup tapi lambat. Dikarenakan pada mata kiri supply darah dan oksigen baru mulai ada," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (3/5/2017).

Febri menjelaskan, penumpukan kalsium di selaput mata kiri Novel akibat penggunaan obat mulai berkurang. Beberapa jenis obat mulai dikurangi, namun diseimbangkan dengan tambahan obat tetes mata yang lain.

"Menurut dokter diperlukan kesabaran dan waktu untuk pemulihan, terutama untuk mata kiri. Juga diperhatikan keseimbangan pemberian obat untuk pemulihan dengan efek samping yang ditimbulkan dari obat itu sendiri," kata dia.

Sedangkan mata kanan, Febri melanjutkan, supply darah dan oksigen progress-nya semakin membaik. Dalam waktu dua minggu diharapkan ada pertumbuhan kornea yang signifikan.

"Pihak keluarga dan tentu saja KPK berharap, pelaku penyerangan dan aktor intelektual penyerangan ini dapat segera diungkap," Febri menandaskan.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan diserang air keras oleh orang tak dikenal, usai salat subuh di masjid dekat rumahnya Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu 11 April 2017.

Polisi menduga ada dua penyerang dan mengendarai sepeda motor matic. Polisi kini masih memburu keduanya, meski sudah mengantongi identitas para pelaku. Diduga ada otak pelaku di balik penyerangan Novel Baswedan.

Baca Juga: KARANGAN BUNGA 'BEBASKAN AHOK' BERDATANGAN DI BALAI KOTA

Post a Comment