Tiba di Rutan Cipinang, Ahok Lambaikan Tangan

Share:
Capsa Susun

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama menyambangi lokasi banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Senin (20/2). Sebelum melihat lokasi banjir, Ahok langsung meninjau korban pengungsian di Masjid Universitas Borobudur.

Buletin365.com, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok langsung menuju Rutan Cipinang, Jakarta Timur, usai menjalani sidang vonis di Gedung Kementan, Jakarta Timur. Ahok tiba sekitar pukul 11.45 WIB

Pantauan Buletin365.com, Selasa (9/5/2017), Ahok tampak mengenakan batik biru berpadu putih, baju yang sama saat menjalani sidang vonis di Gedung Kementan, Jakarta Selatan. Dia tiba menggunakan kendaraan taktis Polri dengan pengawalan anggota kepolisian.

Usai turun, Ahok terlihat tersenyum sambil melambaikan tangan saat masuk ke dalam rutan.

Sementara warga sudah menunggu langsung menyambut lambaian tangan Ahok. Mereka pun memanggil nama Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Pak Ahok, Pak Ahok," teriak warga.

Menurut Kepala Rutan Cipinang, Asep Sutandar menegaskan tak ada keistimewaan untuk Ahok. Mantan bupati Belitung Timur akan ditempatkan bersama yang lainnya.

"Pasti digabung sama tahanan lain. Tidak ada perlakuan khusus," ujar Asep.

Dalam putusannya, Majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto menyatakan terdakwa Ahok bersalah dalam kasus penodaan agama dan dihukum penjara selama 2 tahun.

"Menyatakan Ir Basuki Tjahaja Purnama terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penodaan agama dan menjatuhkan pidana penjara 2 tahun dan memerintahkan terdakwa ditahan," tegas Dwiarso dalam persidangan di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Vonis ini lebih berat dari tuntutan jaksa yang hanya menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

Sebelumnya, Ahok didakwa melakukan penodaan agama lantaran mengutip Surat Al Maidah ayat 51, saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Ahok didakwa dengan dua pasal alternatif, yakni Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 156 KUHP.

Namun dalam tuntutannya, JPU mengabaikan Pasal 156a KUHP karena ucapan Ahok tak memenuhi unsur niat. JPU pun menuntut Ahok dengan Pasal 156 KUHP dan dihukum 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Lihat Juga: AHOK DIVONIS DUA TAHUN PENJARA, INI RESPONS BERBAGAI PIHAK

No comments