Bandar Sakong Capsa Susun

Wednesday, June 21, 2017

6 Hal (Terlalu) Remeh Ini Bikin Kamu Gagal Menabung 6 Juta Tiap Tahunnya!

Pertanyaan paling standar bagi pekerja kelas menengah kayak kita adalah ke mana juntrungan uang yang susah payah didapat dari duduk di kantor 8 jam sehari. Walaupun waktu 8 jam itu tetap dipenuhi distraksi lihat IG Stories atau lirik-lirik Path, tetap saja bekerja menghabiskan paling banyak waktu kita. Semestinya harus ada hasilnya.


Tapi udah berkorban waktu, tenaga, kadang perasaan juga saat ada masalah sama rekan kerja — kenapa ya uang nggak bisa terkumpul? Terbakar aja rasanya. Padahal kalau mau sedikit berusaha menabung 500 ribu sebulan atau 6 juta setahun itu bisa lho!

Hm. Bisa jadi kamu belum menyadari 6 penyebab utamanya!

1. Fitur auto debit tidak kamu aktifkan di tanggal gajian. Jadi (berasa) kaya!



Tanggal 25 atau tanggal 1 membuatmu merasa jadi orang terkaya sedunia. Di tanggal itu legaaaa rasanya karena sekarang rekeningmu sudah kembali terisi. Efek selanjutnya adalah kamu dengan mudah mengeluarkan uang untuk kebutuhan impulsif yang sebetulnya tidak begitu krusial. Inilah kenapa penting untuk milenial macam kita memanfaatkan fitur auto debit dari bank setiap tanggal gajian tiba. Dengan begini secara tidak sadar kita akan dipaksa menabung. Seneng juga kan kalau setelah 12 bulan ada sejumlah uang yang masuk ke rekeningmu?

2. Tagihan-tagihanmu jatuh tempo di tengah bulan. Selama awal bulan semuanya hanya semu 


Jadi dewasa kadang setara dengan punya tagihan yang harus dibayar tiap bulannya. Entah itu bayar uang kost, bayar tagihan kartu kredit atau malah harus transfer sejumlah uang ke orang rumah. Perkara membayar tagihan macam ini, prestasi akan ditentukan oleh tanggal kamu melakukan transfer.

Berita Bermanfaat dan Menghibur Lainnya


Anggaplah tagihan-tagihanmu itu sebagai orang PHP yang bisa membuat nyaman tapi tidak bisa memberi kepastian. Menahannya dan berlama-lama melihatnya cuma akan bikin nyesek nantinya. Karena itu sebisa mungkin usahakan untuk langsung membayar semua tagihan selepas gajian tiba. Bangkrut dan merasa langsung menguap sih hasil kerja kerasmu, tapi dengan begitu rencana keuangan bulananmu juga akan terlihat lebih rasional.

3. Prinsip keuanganmu adalah ‘Jalani aja’ dan ‘Lihat nanti pasti ada jalannya’


Selama ini kamu tidak terbiasa mengatur cash flow demi memasang alarm di dalam kepala bahwa uang di rekeningmu selalu ada batasnya. Boro-boro bujet harian, bujet buat belanja bulanan aja nggak ada! Yang kamu lakukan adalah memilih barang sesuai kebutuhan dan keinginan lalu ya udah deh bayar. Hari depan dipikir nanti.

Walau sikapmu ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi pada pertolongan Tuhan, tapi ya jangan gitu-gitu amat lah. Demi hidup yang lebih tenang biasakan untuk membagi uangmu secara mingguan. Sisihkan juga berapa bujet belanja keperluan pribadi bulanan. Jika masih ada sisa, sisihkan langsung uangmu untuk hangout atau traveling demi menjaga kewarasan.

4. Saking malasnya memenuhi dompet pakai uang receh, kamu sering bilang ‘Udah. Nggak usah kembali aja…


Sekilas terlihat remeh, uang receh dan uang-uang pecahan kecil sebenarnya bisa jadi jalan oke untukmu berhemat. Mengumpulkan 3 lembar uang 2 ribu tiap hari sudah bisa memberimu Rp 1.160.000 untuk setahun lho! Sisihkan uang-uang kecil ini dalam satu tempat khusus yang tak terjangkau. Jangan biasakan diri menolak kembalian atau membiarkan uang-uang kecil itu hilang tak berbekas di sekelilingmu.

Dijamin, kamu akan tersenyum saat menghitung hasil tabungan receh remehmu suatu hari

5. Rasa ogah ribet bikin kamu malas mengajukan reimbursement ke kantor


“Ah, cuma taksi 20 ribu. Nggak usah aku reimburse deh. Ribet ngajuinnya!”

Bagi kamu yang sudah bekerja dan harus menghadapi sistem reimbursement di kantor perasaan malas menghadapi birokrasi membuatmu menyepelekan pengeluaran macam ini. Iya sih, mengajukan reimbursement itu menyebalkan. Proses keluarnya kadang lama pula. Tapi coba deh hitung berapa uang yang sebenarnya bisa kamu hemat.

3 kali meeting dalam seminggu = 12 kali meeting sebulan x Rp 50.000,00 untuk transport dan makan. 600 ribu! Itu bisa untuk beli 1 celana jeans baru atau tiket one way untuk mudikmu.

6. Pengeluaran mudik dan lebaran nggak kamu persiapkan dari jauh hari. Ogah cari promo tiket lagi


Orang Indonesia itu pengeluaran terbanyaknya terkonsentrasi di 2 kejadian: lebaran atau menjelang pernikahan. Untuk yang kedua kamu masih bisa sharing tanggung jawab dengan orangtua. Nah untuk yang pertama kamu mesti putar otak setiap tahunnya.

Harga tiket lebaran yang pasti melonjak harus kamu persiapkan dananya dari jauh-jauh hari. Atau minimal menjelang momen mudik macam ini kamu mesti lebih kreatif mencari promo yang makin langka. Belum ketemu promo macam apa yang bisa menghemat biaya mudikmu? Nih, Buletin365 kasih tahu promo potongan harga hingga 250 ribu dari Tiket untuk semua maskapai penerbangan menjelang lebaran! Eh, udah beli tiket belum? Nah, momennya pas banget nih buat kamu yang sampai sekarang masih belum sempat beli tiket padahal THR sudah cair. Yakin deh, #PastiAda!

Kamu cukup memesan tiket maskapai kesayanganmu lewat website dan aplikasi Tiket di HP dari tanggal 12-18 Juni 2017. Tanpa ada minimum transaksi atau batas kuota jumlah tiket, kamu akan langsung mendapatkan potongan sampai 250 ribu. Di momen penghematan menjelang Lebaran kayak sekarang diskon segitu jelas harus dimanfaatkan! Udah beli tiket? Ke tiket saja, mudik asyik #PastiAda!

Siapa yang masih sering melakukan hal-hal sepele yang membuatmu gagal menabung 500 ribu tiap bulannya? Buletin365 juga masih sering melakukannya sih, yuk kita coba ubah sama-sama!

Bandar Sakong