Bandar Sakong Capsa Susun

Saturday, July 1, 2017

5 Alasan Kamu Jangan Sering Meminta Saran Orang Lain Soal Hubungan, Mereka Tahu Apa Sih Tentang Kalian?

Namanya juga beda kepala. Kamu dan pasanganmu pasti kerap beradu pendapat. Mau masalahnya sederhana ataupun masalahnya dirasa berat, perbedaan pendapat yang ada antara kalian pasti pernah berujung pada emosi. Mulai dari tindakan yang terkesan egois hingga ucapan yang tak peduli perasaan pasangan. Apapun wujudnya, pertengkaran dalam hubungan kalian pasti pernah terjadi.



Dan biasanya rasa-rasa tak kuat menahan masalah seorang diri, kita pun curhat lalu minta nasihat dari orang lain. Padahal, kalau tak hati-hati sikapmu meminta pendapat orang ini bisa jadi langkah yang salah. Kenapa? Nih Buletin365 punya alasannya… Semua diawali dari curhat. Kamu yang tak kuat dengan masalahmu meluapkan semua kegelisahan yang kamu miliki kepada orang yang kamu percaya. Harapannya jelas, kamu berharap dia bisa memahami apa yang kamu rasakan.

Karena memang kamu dan dia yang tahu masalah kalian seperti apa. Saran orang lain yang nggak tahu apa-apa justru bisa jadi menyesatkan


Kamu salah jika berharap pada orang lain untuk memberimu jawaban atas masalah kalian. Karena memang yang tahu masalah kalian seperti apa ya kamu atau dia saja. Toh cara penyelesaian masalah setiap orangnya itu beda-beda. Seperti pada kasus kalian ini, meminta saran ke orang lain bisa jadi justru menyesatkan karena orang ini tak sedari awal tak tahu persoalan yang sedang kalian hadapi.

Atau bisa jadi secara logika nasehat orang lain benar. Sementara urusan perasaan, logika ada di urutan ke-sekian. Daripada menuruti saran orang lain yang nggak tahu apa-apa, bukankah lebih baik kalian obrolkan lagi dengan baik lalu putuskan sendiri penyelesaiannya.

Berita Bermanfaat dan Menghibur Lainnya


Biasanya orang yang mendengar ceritamu ini hanya akan tahu permasalahannya dari satu sudut pandang. Membuat pendapatnya jelas kurang tepat


Boleh saja kamu meminta pendapat orang dengan cara curhat dan bercerita dulu soal masalahmu. Tapi aslinya tetap tak ada jaminan, bahwa orang ini ikut paham dengan pokok permasalahan kalian. mengingat dia hanya mendengar permasalahan ini dari sudut pandangmu saja. Dia tak tahu bagaimana yang dirasakan dan dipikirkan oleh pasanganmu. Bukankah yang seperti ini lebih rentan memunculkan spekulasi daripada nasehat yang memang baik untuk kalian?

Bisa rasa-rasa sungkan yang ada membuat omongan atau nasehatnya lebih memihak ke dirimu


Dan kalau saja orang yang kamu mintai nasihat ini cukup dekat denganmu, kemungkinan yang biasanya terjadi itu adanya bias pendapat dalam nasihatnya. Karena biasanya dia merasa sungkan untuk mengutarakan pendapat. Dia takut kalau pendapatnya justru membuatmu tersinggung atau tak sejalan dengan keinginanmu. Jadi nasehatnya sebisa mungkin dia sesuaikan dengan inginmu, jangan sampai menyudutkan apalagi menyalahimu dalam persoalan ini.

Bagaimana kalau kamu curhat dengan orang yang salah, yang aslinya tak suka dengan hubungan kalian dan memberi nasihat yang bukan-bukan


Siapa yang tahu hati orang, bisa saja di depan baik tapi aslinya tak suka sekali denganmu. Siapa yang tahu juga kalau orang yang kamu percayakan untuk mendengar cerita dan memberi pendapat ini malah ingin melihat hubungan kalian rusak dan kandas di tengah jalan. Tujuannya apa? Ya tergantung masing-masing individu. Tapi yang jelas curhat pun perlu berhati-hati, kamu perlu lihat bagaimana aslinya orang yang dirimu percayai ini. Jangan sampai nasehatnya justru membuatmu menyesal nantinya. Dia menggiringmu mengambil keputusan yang salah. Setelah itu, kamu akan dibiarkan merana.

Belajarlah menyelesaikan masalah kalian berdua. Masa iya selamanya kalian akan mengandalkan pendapat orang


Karena menyelesaikan masalah berdua, membuat kalian bisa lebih saling mengerti lagi. Apalagi di kemudian hari, masalah yang datang pasti akan lebih besar dari yang sekarang. Bukankah kalian juga perlu membangun hubungan yang sehat dengan kedewasaan? Sementara salah satu wujud kedewasaan itu ya dari bagaimana kalian menghadapi masalah. Menyerah atau terus berusaha mencari jalan keluar. Sibuk mendengarkan orang lain, atau cukup mengikuti hati serta pemikiran kalian berdua. Intinya harus selalu ada sebuah kesepakatan dalam menyelesaikan masalah.

Meminta nasehat boleh sebenarnya, tapi baiknya sebelum meminta pendapat kamu teliti dulu siapa orang yang dimintai pendapat. Cari orang yang pendapatnya bisa meruntuhkan ego dan amarahmu. Dengan begitu kamu akan benar-benar berpikir yang terbaik demi hubungan kalian nanti. Pendapat itu sendiri sebenarnya bukan keputusan yang benar-benar harus kamu ikuti, tapi harusnya itu salah satu bahan pertimbangan saja. Karena semua keputusan tetap ada di tangan kamu dan pasanganmu?