Arti Pentingnya Sebuah Pendidikan Untuk Masa Depan

Share:
Capsa Susun

Sudah hampir 15 tahun, saya duduk di bangku pendidikan dimulai sejak saya duduk di bangku sekolah dasar, kebetulan memang saya tidak pernah mencicipi bangku kanak-kanak (TK). Hingga sampai saat ini saya mencicipi bangku kuliah tepatnya di kota Yogyakarta.

Dari 15 tahun lamanya dalam dunia pendidikan formal, saya baru menyadari bahwasanya pendidikan formal yang masih saat ini saya geluti hanya 20% presentase menurut saya untuk mencapai kesuksesan yang sesungguhnya, apalagi saat ini saya bergelut di bidang yang sangat jauh dari proyeksi saya.

Saya masuk kuliah dalam bidang sastra. Di sini saya memulai beradaptasi dari hal yang tidak saya minati, hingga pada akhirnya saya seperti menemukan jati diri saya di sini. Di dalam bidang yang masih saat ini saya geluti. Bukan tentang persoalan kata-kata atau cewek-cewek cantik. Melainkan sesuatu yang belum pernah saya ketahui dan hal-hal menarik pada mahasiswa yang begitu idealis hingga orang-orang besar menurut saya.

Yang lahir dari pendidikan luarnya. Pendidikan non-formal saya pikir lebih berpengaruh dari pendidikan formal itu sendiri. Karna saya salahsatu mahasiswa yang sangat malas dengan teori-teori walau pun memang itu sangat dibutuhkan dan penting. Namun, bukan berarti pendidikan non-formal meninggalkan bahkan melupakan teori-teori.

Kenapa saya katakan pendidikan non-formal lebih berpengaruh, karna dari sini saya lebih banyak mendapatkan ilmu, praktek, lebih menyesuaikan dalam belajar. bukan sekedar teori-teori yang selalu dilontarkan dosen dengan panjang lebarnya lalu menyuruh menghafal. Ini hanya suatu pendapat saya saja,  dari apa yang saya jalani.

Namun ada yang luput dipahami oleh mahasiswa atau pelajar sekalipun yang lebih menyukai pendidikan non-formal. Bahwasanya 20% presentase sangatlah berpengaruh untuk melewati 'loading', pikirkan saja dalam satu contoh: jika kita ingin bermain suatu game kita mesti melewati 'loading'. Namun, jika presentase loading tersebut tidak mencapai 100% otomatis kita tidak akan bisa bermain game yang kita inginkan. Maka saya tidak meragukan lagi jika saya mengatakan orang besar. Namun, masih menempuh pendidikan S1 saja.

Begitulah dalam suatu pendidikan. Simpel untuk jangan dikatakan mahasiswa tua ataupun mahasiswa bangkotan yang tidak lulus-lulus.

Jangan tinggalkan apa pun yang membuatmu benci walau pun pada hakekatnya ialah malas untuk berlama-lama duduk di dalam kelas.

Semoga semua yang sedang menempuh pendidikan di mudahkan kelulusannya. Walaupun menurutmu kelulusan bukanlah hal yang penting dalam meraih kesuksesan!

Lihat juga Berita Lainnya: