Bandar Sakong Capsa Susun

Tuesday, September 19, 2017

Buletin365: Kasih Sayang Sepanjang Masa Orang Tua Kita


Begitu nyaring dan lantangnya suara alarm, memaksaku untuk beranjak dari tempat tidur ini. Sudah terbayangkan betapa dinginnya air yang akan membasuh seluruh tubuhku. Ya, aku harus melawan rasa malasku untuk bekerja, ini adalah kewajibanku demi memenuhi apa yang aku butuhkan. Meski terkadang, rasanya menyita seluruh kebebasanku, tapi ini tidak sebanding dengan pengorbanan kedua orangtuaku .

Mereka yang bertanggungjawab untuk kebutuhan anak-anaknya dari saat kecil hingga sudah mulai bekerja. Apakah kamu masih tega membebankan semua pada mereka?

Tidak semua dari kita berasal dari keluarga kaya atau terpandang, semua yang kita capai hingga saat ini adalah buah dari hasil kerja keras kita. Begitu banyak pengorbanan dan cobaaan untuk kita melewati masa-masa suram, tapi janji Tuhan lebih indah dan pasti.

Mereka adalah orangtua terbaik bagi kita, ada begitu banyak doa yang selalu mereka sisipkan di setiap hembusan nafas mereka. Begitu juga doa kita seharusnya untuk kebahagiaan mereka. Tidak kah terbesit di benakmu betapa tulusnya rasa sayang mereka saat mendengarkan ocehan polos kita di kala kecil? Mengajarkan banyak hal hingga kamu tau bagaimana caranya berbicara dan berjalan. Ah, ini seperti aku seseorang yang sangat durhaka ketika aku tak mendengar perintah mereka. Tentu hampir sebagian besar dari kita pernah membuat mereka kesal, berbohong pada orangtua atau tak sengaja bersikap kasar .

Sayangi mereka ketika mereka masih ada, ketika mereka masih bisa engkau peluk. Karena ada begitu banyak orang yang hanya dapat mengadu melalui doa. Dan betapa perihnya menghabiskan hari-hari besar tanpa orangtua.

Ibuu….    Ayahh…..

Berat bagiku kehilanganmu, sulit bagiku melepaskan kepergianmu.

Putus doa tulusmu untuk kami anak-anakmu…

Taukah kalian ini bukan waktu yang tepat!

Dan tidak akan ada waktu yang tepat untuk kami kehilangan kalian.

Ibuu ….  Ayahh ….

Belum sempat kami memberikan kalian kebahagiaan yang selayaknya.

Belum terbalas budi baik kalian seumur hidup kami.

Ini terjadi seperti mimpi yang tak pernah terfikirkan.

Akan kami gantikan untukmu berjuta doa yang kami panjatkan.

Semoga dengan sudi Tuhan mendengar dan menempatkanmu di sisinya yang indah.

Ibuu … Ayahh …

Kalian tak akan pernah terganti, kami akan selalu merindukan kalian.

Pulanglah nak, lihatlah dan pandangi raut wajah ibu dan ayahmu. Betapa mereka semakin tua dan semakin terlihat jelas guratan keriput di wajah mereka. Betapa nafas mereka sudah mulai berat dan tak beraturan.

Pulanglah nak, karena sesungguhnya bukan hanya uang yang kau kirimkan yang mereka rindukan, mereka selalu merindukan bayi kecil yang selalu menangis pada ibu ketika lapar, mereka selalu rindu pada bayi kecil yang begitu riang menyambut ayah ketika pulang bekerja, mereka begitu merindukan ingin mendekap erat putra putri mereka.

Tak perlu begitu keras usahamu nak, ayah dan ibu hanya ingin melihatmu hidup layak dan bahagia.

Tak usah kau fikirkan apa yang kami makan hari ini, yang terpenting kamu makan dengan baik.

Tak perlu kau berikan gajimu nak, jika untukmu sendiri pun kau masih kekurangan.

Sesungguhnya tiada kebahagian lain yang melebihi kebahagiaan kami ketika memandangmu.

Mendengar betapa lantangnya suara tangisanmu saat kau baru lahir.

Melihat kuatnya kakimu menopang bobotmu untuk berjalan kala itu.

Dan mendengar ucapan samar-samarmu yang memanggil kami dengan sebutan ayah, ibu.

Kini adalah suatu kelegaan bagi kami melihatmu mendapatkan pasangan hidupmu.

Kami titipkan padanya bayi kecil kami, dia yang akan mengurusmu dan menggantikan kami kelak ketika kami sudah tidak ada.

Kenang dan doakan kami selalu …..

Hidup ini begitu sulit ditebak, yang tidak pernah membingungkan dan selalu pasti adalah kasih sayang orang tua terhadap anak.

Lihat juga Berita Lainnya:

Bandar Sakong