Buletin365: Kekuatan Do'a Untuk Sebuah Harapan

Share:
Capsa Susun

Do'a adalah sumber kekuatan bagi setiap manusia. Do'a biasanya dilakukan oleh manusia yang sedang dilanda sedih ataupun sedang menghadapi suatu masalah tertentu ataupun bingung memikirkan masa depannya. Ya, saya adalah orang yang sangat senang melakukan kegiatan ini

Kenapa saya suka sekali sih dengan berdoa? sebetulnya, saya adalah salah satu orang yang percaya dengan kekuatan sampai kapan pun pasti akan terkabul. Betul memang, tidak semua do'a kita akan terkabul. Betul juga memang, do'a itu tidak akan secara instan terkabul dan menjadi kenyataan. Lalu? kenapa saya masih percaya dengan kekuatan do'a? jawabannya adalah karena saya merasa saya sudah mendapatkan suatu keajaiban yang cantik dan mengejutkan dari suatu do'a.

Saya adalah perempuan yang masih berusia sangat belia saat itu. Saya masih duduk di bangku sekolah. Singkat cerita, saya jatuh cinta dengan mantan teman sebangku saya pada saat itu yang berinisial EN. Saya lupa pastinya kapan saya memulai jatuh cinta dengannya, tapi yang jelas yang saya ingat saya mulai jatuh cinta padanya, apakah itu cinta atau bukan? karena saya rasa usia ini sangat terlalu dini untuk jatuh cinta pada saat kami sudah tidak duduk di bangku yang sama. Kemudian, sampai pada waktu dimana saya dengan dia sebentar lagi harus berpisah karena saya dan dia harus melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Hal yang paling saya ingat, kami berdua adalah orang yang sangat jarang sekali akur, tetapi saya adalah orang yang menunggu waktu dimana kami sedang akur, karena pada saat kami akur, hidup benar-benar terasa sangat indah. Semenjak itu, aku merasa kesal. Maksud dari hubungan kita selama ini apa? Jadi aku emang murni dijadikan sahabat sama dia? kenapa? Kenapa dia nggak suka sama aku? Apa yang salah sama aku?

Nangis..cuma itu yang bisa aku lakukan. Kemudian, berdo'a agar kamu bisa memiliki rasa yang sama ke saya. Walaupun saya berpasangan saat itu, tapi ketahuilah. Dia adalah orang yang selalu terdahulu terselip dalam do'a saya. Sampai pada akhirnya saya merasa, mungkin pasangan saya adalah orang yang tepat untuk saya, saya memutuskan untuk memblokir, akun sosial medianya.

Alasan saya, pada saat itu adalah karena saya merasa pasangan saya adalah orang yang tepat untuk saya dan dia, adalah orang yang tidak tepat untuk saya, karena saya kesal dan ingin bisa mencoba melupakannya, karena saya pikir, sudah ada yang tepat untuk saya? jadi untuk apa saya masih memerhatikannya atau merindukannya? Makannya saya gegabah pada saat itu, untuk memblokir semua akun sosial medianya. Saya, masih memiliki nomor HP-nya kala itu, namun kami sudah sangat jarang sekali berkomunikasi, karena saya fokus berkomunikasi dengan pasangan saya dan dia entah kemana.

Sampai pada akhirnya, handphone saya hilang dan itu berarti kontak saya satu-satunya dengan dia juga, lenyap. Lenyapnya dia, saya pikir memang sudah takdir harus melupakannya" dan saya fokus dengan pasangan saya saat itu. Ternyata? Tidak lama setelah saya memutuskan untuk fokus dan mencintai pasangan saya secara tulus, ketulusan hati saya yang justru tidak pernah dibalas tulus olehnya.

Saya buru-buru mencoba untuk membuka blokiran akun sosial medianya. Agar saya masih bisa melihatnya kembali dan kembali berteman dengannya. Namun, sia-sia adanya, karena kami, sudah tidak menjadi teman kembali di sosial media tersebut.

Jujur saya sangat patah hati, saya bingung, dan saya menyesal. Saya putus dengan pasangan saya terakhir tahun 2011. Selama 5 tahun, saya selalu berdo'a agar saya bisa dipertemukan kembali dengan dia, atau tidak saya harus mendapatkan pasangan hidup kelak yang lebih dan jauh lebih baik dari dia. Berbagai pria datang silih berganti mendekati saya selama 5 tahun, dan memang tidak ada satupun pria yang bisa menggetarkan hati saya, seperti dahulu, ketika saya berpasangan, ataupun memikirkan dia

Saya terus berdo'a dan terus berdo'a meminta yang terbaik kepadaNya. Karena saya merasa saya sudah tidak sanggup lagi dengan kesendirian, Saya memohon kepada Tuhan agar segera dipertemukan dengan jodoh yang memang Jodoh saya, jika bukan dia orangnya, saya berharap orang tersebuh jauh lebih baik dari dia, saya sudah tidak mau lagi mengungkit kesalahan saya dahulu dengan dia, jika memang kami bukan berjodoh. Saya ingin mencoba belajar mengikhlaskan, walaupun sebetulnya berat.

Sampai tiba di tahun 2016.

Tahun dimana saya berkenalan dengan seseorang, melalui aplikasi. Kebetulan, saya dan beliau cocok. Malam sebelumnya, saya berdo'a dan baru saja menyelesaikan solat tahajjud dan salah satu do'a saya adalah mengenai jodoh.

Singkat cerita, saya merasa heran ketika mengetahui namanya yang sama dengan nama dia. Jika diperhatikan juga, beliau juga mirip sekali dengan dia, si cinta pertama saya. Alhamdullilah, saya mulai kembali jatuh cinta saat bertemu dengan beliau. Saya mencintai beliau, karena di tahun 2016, saya memiliki kriteria bahwa saya ingin memiliki pasangan yang bersekolah tinggi di bidang teknik, entahlah, mungkin karena saya terinspirasi oleh kegigihan Ayah saya dalam bekerja, sehingga saya menginginkan juga pria dikehidupan saya mirip-mirip dengannya.

Saya jatuh cinta dengan beliau, dengan kemiripannya beliau, saya merasa teringat dengan dia. Bagaimana saya tidak teringat kembali dengan dia? Beliau memiliki nama yang sama dan tanggal lahir yang hampir sama. Ya, lucu sekali bukan?

Karena saya menyukai Beliau, dan saya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama, akhirnya saya memutuskan untuk menyatakan apa yang saya rasakan kepada beliau. Alhamdullilah ya Allah, saya sebetulnya takut. apakah beliau sama dengan dia? Alhamdullilah beliau berbeda, beliau menerima saya apa adanya dan sampai saat ini, kami masih menjalani hubungan kami dengan baik.

Saya rasa, dan yang saya lihat sampai saat ini, beliau sesuai dengan apa yang saya minta di dalam do'a saya, dan bahkan lebih baik sesuai dengan kemauanNya. Nama yang sama, orang yang hampir sama, namun semuanya lebih baik.

Ya, inilah kekuatan do'a

Sampai saat ini, saya masih merasa sangat bersyukur sekali karena saya masih diberikan kepercayaan oleh Allah SWT untuk dapat menikmati cantiknya skenarioMu ya Allah.

Jangan pernah berhenti berdo'a dan tetaplah selalu berusaha. Ingatlah, Tuhan, selalu bersama kita, seburuk-buruknya keadaan, akan lebih baik jika kita berserah kepadaNya.

Lihat juga Berita Lainnya: