Golkar Belum Tentukan Pendamping Jokowi di Pilpres 2019

Share:
Capsa Susun

Buletin365, Jakarta - Partai Golkar jauh-jauh hari sudah menyatakan akan mengusung Joko Widodo atau Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Namun, partai yang kini dipimpin Setya Novanto tersebut belum menentukan sosok yang akan mendampingi Jokowi nantinya.

"Masih lama kan, masih dua tahun lagi," kata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Pria yang akrab disapa Ical ini berujar, yang pasti elektabilitas Golkar saat ini meningkat. Hal tersebut sekaligus membantah elektabilitas partai beringin yang dikabarkan terus merosot akibat dipimpin Setya Novanto.

"Naik kok, enggak turun. Bukan masalah ketum. Kalau kita sudah bersatu seperti tadi, naik lagi Golkar. Bukan masalah ketua umum, harus terus bersatu. Kita lihat naik lagi jadi 12 persen dari 11 persen," ujar dia.

Ical mengingatkan, soal isu turunnya elektabilitas Golkar karena dikaitkan dengan beberapa masalah hukum yang sempat dihadapi Setya Novanto sama sekali tidak ada kaitannya.

Target Kemenangan Jokowi

Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan akan tetap mengusung dan mendukung Joko Widodo atau Jokowi untuk Pilpres 2019. Putusan ini berdasarkan pada hasil rapat pimpinan nasional (rapimnas).

"Partai Golkar sudah menetapkan pada rapimnas yang lalu, Pak Jokowi sebagai calon presiden pada 2019 yang akan datang," kata Idrus di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu 15 Oktober 2017.

Dia menjelaskan, hal terpenting saat ini, melakukan berbagai langkah-langkah pemenangan Jokowi dalam kontestasi itu. Sehingga kehadiran Partai Golkar, dapat memberikan nilai tambah untuk menaikkan elektabilitas Jokowi.

Idrus juga menyatakan pihaknya telah menetapkan target kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019.

"Itu minimal 65 persen suara. Itulah komitmen Golkar untuk konsisten dan komitmen," jelas Idrus.