Jokowi: Keutuhan Bangsa Tak Lepas dari Peran Perempuan

Share:
Capsa Susun

Buletin365, Sumenep - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendeklarasikan Hari Perdamaian Internasional di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu, kemarin.

Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional tersebut, berbagai program bersama yang digagas oleh Wahid Poundation dan UN Women juga mendapat dukungan penuh dari orang nomor satu di negeri ini.

"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh kersama Wahid Foundation dengan UN Women dalam program bersama yaitu ‘Perempuan Berdaya, Komunitas Damai’," kata Jokowi saat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Minggu 8 Oktober 2017.

Jokowi menjelaskan, program yang diwujudkan dalam berbagai kampung damai untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan, kewirausahaan ekonomi, ekonomi keumatan, perdamaian dan kesetaraan sangat bagus.

"Harapan saya gotong royong semuanya yang berjalan selama ini dapat terus dijaga dan kita kembangkan. Terutama untuk menghadapi berbagai tantangan baru di masa depan yang bisa mengancam perdamaian," ucapnya.

Indonesia merupakan Negara majemuk yang damai dan suka bergotong royong antar sesama, tanpa membedakan satu dengan yang lainnya. Meskipun banyak suku, budaya, dan agama, penduduk di negeri ini selalu hidup selaras dan saling berdampingan hidup rukun dengan mengedepankan sikap toleransi.

Bahkan di Negara lain yang memiliki suku lebih sedikit tidak sedamai negeri ini, sehingga kedamaian di negeri yang kaya dengan aneka ragam suku harus tetap dijaga dengan baik. Karena sebuah Negara sering ada konflik, secara otomatis kehidupan masyarakat tidak akan tenang, bisa jadi akan berdampak buruk terhadap kesejahteraannya.

"Jadi untuk menjaga keutuhan bangsa tidak lepas dari peran perempuan. Karena perempuan memiliki andil besar dalam menciptakan perdamaian, baik lingkungan kecil maupun skala besar," jelas Jokowi.

Sementara Direktur Wahid Foundation, Yeni Zannuba Wahid mengatakan, kegiatan dalam memperingati Hari Perdamaian Internasional ini sengaja mengambil tema 'Perempuan Berdaya, Perempuan Damai' untuk lebih memberdayakan perempuan dengan potensi dan kemampuan yang mereka miliki. Agar kedepan perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan para perempuan tersebut juga mampu membangun kedamaian.

"Program ini untuk memperdayakan perempuan, sehingga dapat terlepas dari kemiskinan. Maka jika potensi yang dimiliki dikembangkan akan dapat menunjang terhadap kesejahteraan hidupnya," katanya.

Dalam membangun sebuah kedamaian, perempuan tidak lagi diragukan, karena banyak perempuan-perempuan tangguh yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Sehingga dengan dibekali berbagai pengetahuan mereka akan cepat mengembangkan kemampuannya yang bisa meningkatkan kesejahteraan taraf hidup dari sebelum-sebelumnya.