Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Metode Berbasis E-Learning Pada Siswa Sekolah

Share:
Capsa Susun

Pembelajaran berbasis E-Learning merupakanpemanfaatkan media elektronik yang diguynakan untuk menyampaikan materi pembelajaran. Sebagian besar berasumsi bahwa E-Learning yang dimaksud di sini lebih diarahkan pada penggunaan teknologi komputer dan internet. Di Indonesia sudah banyak sekolah dasar yang menerapkan pembelajaran berbasis E-Learning. Namun,penerapan pembelajaran berbasis E-Learning tersebut belum efektif dan terprogram. Oleh sebab itu, karya tulis ini akan membahas cara memprogram penggunaan media E-Learning dengan efektif.

Yang masih sering menjadi masalah dalam pembelajaran E-Learning adalah Apa yang menyebabkan penggunaan media E-Learning masih kurang efektif ? Bagaimana cara penyusunanprogram penggunaan media E-Learning secara maksimal ? Maka dari itu, artikel ini akan membahas dan mencari solusi dari berbagai masalah tersebut.

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui penyebab penggunaan media E-Learning yang masih kurang efektif serta penyusunan program penggunaan E-Learning secara maksimal. Dengan adanya karya tulis ilmiah ini diharapkan agar penggunaan media E-Learning di sekolah dasar dapat berjalan dengan maksimal dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa SD.

Media merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Melalui media, proses pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan. Selain itu, penggunaan media juga dapat membantu memperjelas pesan pembelajaran. Informasi yang disampaikan secara lisan terkadang tidak dipahami oleh siswa terlebih apabila guru kurang cakap dalam menjelaskan materi. Disinilah peran media sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran berbasis E-Learning diharapkan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran. Selain itu, E-Learning juga menjadikan pembelajaran lebih efektifkarena dapat membantu peserta didik belajar mandiri. Pembelajaran juga dapat dilakukan dalam jarak dan waktu yang berbeda. Namun kenyataanya, penggunaan media pembelajaran ini masih kurang efektif.

Kendala yang sering muncul dalam penerapan pembelajaran E-Learning antara lain:

1) belum semua guru mau menerima keberadaan E-Learning,

2) belum semua guru mampu menguasai dan menggunakan E-Learning,

3) harga media ITC masih mahal,

4) beberapa media seperti LCD, wireless jumlahnya masih terbatas sehingga penggunaannya harus diatur.

Beberapa kendala di atas sering menjadi penyebab pembelajaran E-Learning di sekolah dasar kurang optimal. Maka dari itu, perlu adanya penyusunan program untuk mengoptimalkan penggunaan media E-Learning. Salah satu program yang dapat dilakukan yaitu penyediaan blog E-Learning. Blog merupakan singkatan dari web blog, yaitu suatu bentuk aplikasi web berupa aneka macam konten atau tulisan-tulisan yang bisa dipublikasikan pada sebuah halaman web umum. Situs web seperti ini biasanya bisa diakses oleh semua pengguna internet sesuai pembahasan yang diperlukan dan tujuan dari si pengguna tersebut.

Blog tersebut dapat di design dengan konsep yang dapat menarik minat siswa dalam menjelajahi blog E-Learning yang telah di sediakan guru. Pembuatan blog ini di fungsikan untuk menyediakan bahan ajar secara lengkap baik yang bersifat interaktif maupun non interaktif. Sebagai contoh: Materi bencana alam pada pembelajaran IPS disampaikan dengan menanyakan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan bencana alam, misalnya gunung meletus: guru menayangkan proses gunung meletus. Dengan pembelajaran konvensional siswa tidak dapat melihat secara langsung proses bagaimana terjadinya gunung meletus tersebut. Begitupun banjir, angin puting beliung, dan lain-lain.

Dengan adanya blog ini siswa dapat melihat proses bagaimana terjadinya bencana alam tersebut melalui video yang sudah di upload oleh guru. Semua bahan ajar yang tersedia dalam blog E-Learning tentunya dapat memudahkan siswa dalam mempelajari materi pembelajaran yang tidak harus dipelajari saat jam sekolah saja, melainkan juga bisa dipelajari dirumah. Didalam blog tersebut juga disediakan soal-soal yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. Setelah melihat gambar maupun vidio atau membaca materi yang ada didalam blog tersebut, kemudian siswa diarahkan untuk mengerjakan soal-soal yang ada sebagai bahan evaluasi.

Selain mempermudah siswa dalam proses pembelajaran, pembuatan program media blog berbasis E-Learning ini juga bertujuan untuk membekali siswa dalam mengoperasikan layanan internet dengan baik untuk mengikuti perkembangan jaman yang sudah modern. Namun, pada saat siswa mengakses bahan belajar melalui E-Learning harus berhati-hati, karena telah banyak kita temukan situs dan konten yang berisi video dan gambar porno yang dapat merusak otak anak. Oleh karena itu, pada saat siswa membuka web harus dalam pengawasan atau pendampingan dari pihak sekolah maupun keluarga agar anak tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif.

Untuk mendukung adanya pembelajaran E-Learning di sekolah dasar, perlu disediakan beberapa perlengkapan pendukung. Diantaranya : tiap-tiap kelas perlu 1 unit komputer, perlu adanya koneksi internet, audio – visual (Tv,tape recorder), LCD, baik portable maupun permanent, PSB (pusat sumber belajar) yang menyediakan layanan dan program pembelajaran yang berbasis ICT.

Pembelajaran E-Learning bisa dilaksanakan dengan contoh langsung sehingga siswa bisa merasakan langsung kejadian yang dilihat. Sebagai contoh, ketika pembelajaran IPS mengambil tema bencana alam, tentang kejadian Gunung Meletus, dari tema tersebut kita bisa memperlihatkan video bagaimana terjadinya gunung meletus melalui fasilitas internet atau bisa dari kuota internet sang guru. Dengan pembelajaran konvensional siswa tidak bisa melihat secara langsung bagaimana proses terjadinya gunung meletus tersebut. Begitu juga dengan bencana alam lainnya. Namun dengan menggunakan media ICT, semuanya terlihat dengan jelas. Siswa dapat menyaksikan prosesnya. Materi seperti diatas tersedia lengkap di internet. Guru dapat mengunduh materi di internet dan dapat di tayangkan langsung dengan menggunakan LCD. Dengan penggunaan pembelajaran berbasis E-Learning, pembelajaran akan lebih menarik sehingga materi dapat diterima siswa dengan baik.

Jadi, pembelajaran akan lebih efektif dan menyenangkan karena guru tinggal mengkomando siswa agar mengoperasikan komputer sesuai arahan guru. Guru juga mengarahkan siswa agar tidak membuka situs yang menyimpang dari materi pembelajaran. Atau sekolah dapat memblokir situs tertentu yang tidak di anjurkan untuk dibuka siswa, jadi siswa hanya bisa membuka situs yang sesuai dengan materi pembelajaran yang sedang diajarkan. Sekolah juga bisa memulai dengan mengenalkan siswa dengan aplikasi pengolah kata seperti : Ms.Word, Ms.Power Point, Ms.Excel dan sebagainya guna modal mereka sebelum masuk jenjang sekolah berikutnya.

Maka dari itu, perlu adanya pengadaan alat-alat yang mendukung untuk mengoptimalkan pembelajaran berbasis E-Learning di sekolah dasar. Pengadaan peralatan bisa dilakukan dengan mengajukan proposal bagi sekolahan yang kurang mampu. Selain peralatan dan perlengkapan yang harus memadai, juga harus didukung dengan program yang matang agar penerapan pembelajaran berbasis E-Learning dapat berjalan dengan baik. Kekurangan dalam pembelajaran berbasis E-Learning juga dapat diatasi, ,melalui komunikasi yang terjalin dengan baik antara guru dengan siswa.

Pengoptimalan penggunaan media dalam pembelajaran berbasis E-Learning dapat dilakukan dengan menggunakan media yang ada untuk di kaitkan dengan pembelajaran yang akan di ajarkan, jadi tidak hanya saat jadwal pelajaran TIK saja. Maka dari itu, dengan pembuatan program yang baik dan terencana, diharapkan dapat mengurangi kendala yang sering muncul dalam pembelajaran berbasis E-Learning. Siswa akan lebih tertarik mengikuti kegiatan belajar mengajar menggunakan pembelajaran berbasis E-Learning. Maka dari itu, dengan pembelajaran berbasis E-Learning, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa di sekolah dasar tersebut menjadi meningkat.