Generasi Milenial Jagokan Sri Mulyani dan Susi Jadi Capres 2019

Share:
Capsa Susun

Buletin365, Jakarta - Dua nama menteri wanita di Kabinet Kerja, rupanya menjadi idola baru bagi generasi milenial. Mereka dijagokan dalam pemilihan presiden (pilpres) yang akan datang.

Keduanya yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Peneliti The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, di kalangan milenial, tingkat popularitas calon presiden Menteri Keuangan Sri Mulyani mencapai 63,7 persen.

Sedangkan bagi kalangan nonmilenial, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut juga banyak dipilih yaitu 52,9 persen.

Hal yang sama juga berlaku bagi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dari survei CSIC, sebanyak 73,7 persen kalangan milenial memilih Susi Pudjiastuti. Sedangkan di kalangan nonmilenial Mantan Bos Susi Air tersebut mendapatkan dukungan 58 persen.

‎"Ada nama Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani, mungkin kalangan milenial ini sudah bosan dengan nama-nama lama. Mereka memilih nama baru untuk menjadi harapan ke depan," ujar dia di Kantor CSIS, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Selanjutnya

Sementara itu, Pengamat Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri mengatakan, nama Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti memang bukan pertama kali dimunculkan sebagai salah satu pilihan calon presiden di masa mendatang.

Dalam survei-survei yang dilakukan oleh lembaga lain, nama kedua wanita ini memang sering masuk dalam daftar calon presiden. "Bu Susi dan Bu Sri Mulyani di survei-survei lain memang mulai muncul," kata dia.

Yose menyatakan, pihaknya belum bisa menangkap alasan mengapa Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti masuk dalam pilihan bagi generasi milenial sebagai pemimpin Indonesia di masa depan.

Namun dia memperkirakan banyaknya pemberitaan terkait kedua menteri tersebut yang menarik perhatian kalangan milenial untuk memilih Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti.

"Mungkin karena mereka banyak muncul di media massa, kemudian menjadi salah satu pilihan," ujar dia.

No comments