Kahiyang Ayu Sah Bermarga Siregar

Share:
Capsa Susun

Buletin365, Jakarta - Putri Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kahiyang Ayu telah resmi menerima marga Siregar. Penabalan itu ditandai dengan pemberian sejumlah barang dalam prosesi ritual, salah satunya keris.

Kakak sepupu dari salah satu paman Bobby Nasution, Latifah Hanum menyampaikan, keris yang diberikan tersebut dibalut dengan kain kuning. Maknanya adalah perisai pelindung untuk Kahiyang.


"Ini diberikan setelah resmi jadi Boru Siregar," tutur Latifah di Jalan STM, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/11/2017).

Dalam rangkaiannya, Kahiyang Ayu menjalani ritual upah-upah dengan kepala kerbau, nasi dan daging kerbau, kemudian pemberian keris atau sahat mara. Kerbau merupakan upah-upah paling tinggi.

"Kepala kerbau ini simbol kemakmuran," jelas dia.

Sebelum pemberian gelar, Kahiyang mendengarkan terlebih dahulu sambutan dari sejumlah tokoh para raja dan marga. Sementara untuk kerbau, telah dipotong di kediaman paman Bobby, Doli Sinomba Siregar sehari sebelumnya.

"Nanti Kahiyang akan diberikan abit Batak (ulos). Lalu prosesi manortor para raja. Dan sebelum pulang, Kahiyang akan ikut manortor dengan Bobby, baru dibawa pulang," ungkap Latifah.

Gong pun dipukul tiga kali sekitar pukul 11.15 WIB disertai pelemparan beras kuning. Itu menandai Kahiyang resmi menjadi Kahiyang Ayu Boru Siregar.

"Nah, ditandai dengan pemukulan gondang sebanyak tiga kali dan lemparan beras kuning, Kahiyang resmi menjadi Kahiyang Ayu Boru Siregar dengan pemberian sertifikat," ia memungkas.


Acara Adat

Pemberian marga atau mangalehan marga dalam adat Mandailing diberikan kepada putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu. Pemberiam marga dilakukan di kediaman paman Bobby Nasution, Doli Sinomba Siregar.

Pantauan Buletin365 di lokasi pemberian marga, di Jalan Suka Tangkas nomor 17, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, pengamanan ketat dilakukan petugas keamanan, baik unsur TNI maupun Polri.

Tampak juga penjagaan ketat dilakukan petugas menggunakan baju batik di depan pintu masuk rumah paman Bobby. Di pintu masuk dipasang detektor untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw yang juga turun ke lokasi mengatakan, dikerahkan sebanyak 300-an kekuatan pengamanan tertutup maupun terbuka yang tergabung dari TNI-Polri.

"Prosedur sudah menggunakan cara-cara pengecekan dan pengamanan lainnya," kata Paulus.

Sementara itu, prosesi pemberian marga berlangsung mulai pukul 10.00 WIB dan berakhir sekira pukul 11.30 WIB. Hingga kini, para keluarga dan tamu undangan sedang berada di kediaman Doli.

No comments