Pentagon: Invasi Darat 'Satu-satunya' Cara Hancurkan Nuklir Korut

Share:
Capsa Susun

Buletin365, Washington, DC - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat menyatakan, satu-satunya cara untuk menghancurkan seluruh program nuklir Korea Utara adalah melalui invasi darat.

Pernyataan itu disampaikan oleh perwira Angkatan Laut, Laksamana Michael Dumont yang mewakili jajaran Staf Gabungan Angkatan Bersenjata (Joint Chief of Staff) Kemhan AS. Ia menyatakan hal itu saat berkorespondensi dengan anggota Kongres AS perwakilan Partai Demokrat, Ted Lieu.

"Satu-satunya cara untuk mengetahui lokasi dan menghancurkan seluruh komponen program persenjataan dan nuklir Korea Utara secara akurat adalah dengan cara invasi melalui jalur darat," tulis Laksamana Dumont, seperti dikutip dari BBC, Senin (6/11/2017).

Akan tetapi, Dumont menjelaskan, proses invasi darat yang dilakukan oleh AS akan menimbulkan risiko besar.

Risiko itu berupa potensi serangan balasan dari Korut yang mungkin akan melancarkan rudal, senjata nuklir, atau senjata biologis.

"Oleh karenanya, persiapan detail secara rahasia adalah langkah yang terbaik," tulis Dumont.

Jajaran Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS telah memberi nasihat militer semacam itu kepada Presiden Donald Trump.

Meski begitu, dalam suratnya, Dumont juga menulis bahwa militer AS "Mendukung upaya untuk solusi ekonomi dan diplomatik sebagai langkah awal sebelum aksi militer."

Bikin Gelisah

Dalam sebuah tulisan balasan, Anggota Kongres Ted Lieu berpendapat, solusi Laksamana Dumont dalam menangani Korea Utara merupakan sebuah analisis yang 'sangat menggelisahkan'.

Lieu memperingatkan bahwa sebuah konflik, "dapat mengakibatkan ratusan ribu atau bahkan jutaan kematian hanya pada hari-hari pertama pertempuran."

"Penilaian mereka menggarisbawahi apa yang telah kita ketahui selama ini: tidak ada opsi militer yang bersifat baik untuk Korea Utara."

Surat korespondensi antara Laksamana Dumont dan Anggota Kongres Lieu muncul bersamaan ketika Presiden Donald Trump tengah memulai kunjungan kenegaraan ke beberapa negara di Asia Pasifik.

Presiden Trump dijadwalkan berkunjung ke Jepang, Korea Selatan, China, Vietnam, dan Filipina secara berurutan. Dan isu Korea Utara merupakan salah satu isu prioritas yang akan dibahas oleh sang presiden.

Dalam suratnya, Ted Lieu kemudian melanjutkan, "Presiden harus berhenti membuat pernyataan yang bersifat provokatif yang justru akan menghalangi opsi diplomatik dan membuat pasukan AS semakin berada dalam posisi yang lebih berbahaya."

Komentar itu seakan sebagai imbauan kepada Presiden Trump agar tidak mengutarakan retorika agresif saat melawat ke Asia Pasifik.