PVMBG: Gempa di Bali Terkait Gunung Agung

Share:
Capsa Susun

Buletin365, Denpasar - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan gempa berkekuatan 5 Skala Richter yang mengguncang Karangasem, Bali, berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Agung.

"Artinya episode Gunung Agung belum selesai, masih ada energi yang besar," kata Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana melalui pesan tertulis di Denpasar, Kamis (9/11/2017).

Menurut Devy, pusat gempa lokal tersebut berjarak sekitar 12-13 kilometer dari puncak Gunung Agung.

Sementara itu, Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menyatakan, diperlukan kajian lebih lanjut terkait hubungan gempa dengan aktivitas gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut tersebut.

Terkait dampak gempa, BPBD Bali mencatat belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa setelah berkoordinasi dengan seluruh BPBD di Pulau Dewata.

PVMBG mencatat aktivitas Gunung Agung mulai pukul 00.00-06.00 Wita pada Kamis untuk gempa vulkanik dangkal mencapai 10 kali, vulkanik dalam (8), tektonik lokal (2), tektonik jauh (2) dan satu kali gempa terasa yang berkekuatan 5 Skala Richter dengan durasi 198 detik.

PVMBG mengamati asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis terlihat pada ketinggian sekitar 50 meter di atas kawah puncak.

Kedalaman 10 Km

Status Gunung Agung saat ini masih dalam level III atau siaga setelah diturunkan dari level IV atau awas pada Minggu, 29 Oktober 2017. Salah satunya didorong aktivitas gempa yang menurun.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan 5 Skala Richter mengguncang Kabupaten Karangasem, Bali, sekitar pukul 05.54 Wita, Kamis.

BMKG mencatat gempa itu berpusat sekitar 11 kilometer di timur laut, tepatnya di daerah Kubu, Kabupaten Karangasem, berkedalaman sekitar 10 kilometer dengan titik koordinat 8.26 lintang selatan dan 115.57 bujur timur.

Gempa susulan juga direkam BMKG dengan kekuatan lebih rendah, yakni 2,4 Skala Richter pada kedalaman 13 kilometer, masih berpusat di timur laut Karangasem pada pukul 06.11 Wita.

No comments