Bandar Capsa Bandar Capsa Bandar Q Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Anda Suk4 B4ca Buku atau Postingan Medi4 Sosial? Bis4 Jadi And4 'Kutu Buku'

Share:
Anda Suka Baca Buku atau Postingan Media Sosial? Bisa Jadi Anda 'Kutu Buku'

Anda Suka Baca Buku atau Postingan Media Sosial? Bisa Jadi Anda 'Kutu Buku'


<>Saya kebetulan suka baca cerita novel, apapun genrenya kalau ceritanya menarik saya baca. Kalau buku non-fiksi tergantung topiknya juga, menarik dan sesuai daya tangkap otak saya, ya saya baca. Nah, dulu bacanya di buku yang harus pinjam di perpustakaan atau harus beli di toko buku. Sekarang sudah lebih praktis, baca di smartphone dalam bentuk soft-file, pdf. Mau dibawa kemanapun enteng. Mau beli atau download gratis dalam bentuk e-book juga bisa, kan hemat kertas dan muat banyak di smartphone-nya.

Bedanya cuma bentuk medianya saja, kertas atau paperless. Bagi saya dua-duanya tidak lebih buruk juga tidak lebih baik. Keduanya memliki keuntungan dan preferensi masing-masing. Pengalaman sendiri, lebih nyaman membaca di media kertas yang jelas dan mata tidak gampang lelah. Sensasinya berbeda dengan membaca lewat layar. Tapi membaca dalam bentuk dokumen di smartphone pun sudah mulai sama nyamannya karena terbiasa dan tuntutan zaman serba internet. Benar, menurut saya perubahan gaya hidup dan kebiasaan tidak lepas dari gadget yang kita genggam.

Sebenarnya semua orang sudah mulai meningkat kegemaran membacanya, hanya media yang digunakan jadi pembedanya. Yaitu media internet yang ada di gadget kita. Saya tidak melakukan penelitian atau survei, tapi di sekeliling saya bukti pengamatan dapat mendukung pendapat tadi. Di kampus misalnya, yang digenggam pasti layar ponsel pintar dan yang dilihat kan media sosialnya. Tidak lain yang dibaca adalah apa yang tertulis di jejaring sosial tersebut. Di tempat lain pun sama, di rumah atau di tempat umum lainnya. Artinya kita sudah membaca dan banyak membaca, namun masalahnya konten yang dibaca kebanyakan kurang atau bahkan tidak bermanfaat.

Medium untuk membaca sekarang sudah berpindah dari kertas ke non-kertas. Tinggal kontennya saja yang menjadi problem kita saat ini. Sama seperti membandingkan cara baca dengan media buku atau e-book. Lebih suka baca tulisan ilmiah, materi sekolah dan kuliah atau lebih suka baca status dan postingan di media sosial? Jawabanya relatif dan tergantung kebutuhan setiap orang. Saya akan menjawab saya akan baca buku atau jurnal saat ada tugas kuliah dan membaca di media sosial untuk hiburan di kala penat. Pertanyaan tadi tentu akan gampang saya jawab “lebih suka” baca postingan media sosial karena ringan dan tak perlu banyak mikir.

Baca Juga: Kabar Mengejutkan Dari Ahok Gugat Cerai Veronica Tan Jadi Pemberitaan Media Asing

Kita dapat melihat jelas sebagian besar orang keranjingan membaca di media sosial, entah apapun itu yang dibaca. Kalau begitu dari segi suka membaca, media sosial memang sudah mengajak banyak orang melakukannya. Karena kontennya yang dipermasalahkan, bagaimana jika media sosial tersebut dipenuhi konten positif yang sebenarnya pengetahuan ilmiah dan perlu banyak mikir tapi dikemas dengan bahasa ringan dan menarik? Dampaknya bisa dirasakan secara luas, akan membantu memberi wawasan banyak orang yang mengakses media sosial tadi.

Jadi, media sosial meningkatkan masyarakat untuk suka membaca? Iya dari sisi membaca saja. Tapi membaca yang sebenarnya adalah konten yang dikonsumsinya. Buku sendiri sebenarnya berisi topik yang sudah terstruktur dan rinci, sedangkan di internet pengetahuan yang didapat adalah random dan sepotong-sepotong informasi. Maka perlu adanya konten yang bermanfaat tapi bisa menarik perhatian agar dibaca. Misalnya disertai infografis, ilustrasi, bahasa yang interaktif.

Media internet yang di dalamnya ada media sosial merupakan media yang tidak bisa dipungkiri saat ini, untuk itu kita yang harus menghadapinya dengan bijak seperti masalah konten bacaan. Media internet ini diubah dan dijadikan peluang yang lebih berguna, dengan mengisi konten bacaan yang memuat pengetahuan.

Kalau di awal tadi saya membicarakan transformasi medium buku ke medium internet, kini tantangannya adalah mentransfer dari konten buku dijadikan konten internet. Menurut saya lagi, membaca status atau postingan di media sosial adalah langkah awal membangun minat baca, hanya saja susahnya menggiring diri untuk membaca konten yang positif dan berguna. Selebihnya baca-baca postingan daily life milik teman di dunia maya cukup untuk hiburan saja.

Oh ya, kalau Anda baca sampai kalimat akhir ini, tanpa sadar sudah baca setara satu halaman microsoft word lebih. Nggak kerasa ya?

No comments