situs poker profesional Bandar Capsa Bandar Q Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Perjalanan Panjang untuk Berdamai dengan Diri Sendiri

Share:

Perjalanan panjang untuk berdamai dengan diri sendiri...

Bukannya aku tidak bisa melupakan. Hanya saja terkadang kenangan-kenangan itu menghampiri di saat ku sepi.

Canda tawa saat kita bersama, momen yang saat itu berharga, kamu dengan orangtua ku bercakap-cakap ringan untuk berusaha saling mengenal. Akhirnya kamu bisa bertemu dengan mereka. Saat itu kamu masih cinta aku, setidaknya itu yang waktu itu aku rasa, semua pengorbanan yang kamu lakukan hanya untukku semakin terasa, hal-hal yang hanya kamu bagi denganku membuatku semakin merasa istimewa.

Bukannya aku tidak belajar dari masa lalu. Hanya saja aku tidak dapat menahan rasa.

Perhatiannya, kehadirannya, dan hal-hal yang membuatku tersenyum karenanya, dan perasaan dicinta yang selama ini sudah ku lupa rasanya. Bahkan aku menyukai keposesifannya yang membuatku tersadar bahwa aku memang pantas untuk diinginkan. Tidak seperti waktu itu, saat aku terlalu mengejar cinta mu. Sungguh bodoh, tapi entah mengapa aku tak menyesali saat-saat aku berjuang untuk kamu dan aku.

Bukannya aku masih cinta. Hanya saja terkadang aku tidak rela.

Well, terlalu banyak harapan yang ku bangun denganmu. Yang belakangan aku tau, aku salah menaruh harapan pada seseorang, sekalipun itu orang yang paling ku sayang dengan segenap hatiku. Perasaan memiliki yang selama ini hanya ada untukmu, perasaan menginginkan yang sangat besar yang tak pernah ku rasakan kepada orang lain. All of that.

Baca Juga: 
5 Penyebab Utama Kamu Bete atau Kesal Tiba-Tiba. Baca, Kalau Kamu Nggak Mau Dibenci!

Aku tidak rela kamu meningalkan aku seperti ini. Seakan-akan kamu yang harus bertanggung jawab atas hidupku sekarang ini, aku terus saja menyalahkan keadaan. Kalau saja, andai saja, jika bisa, dan semuanya yang aku bisa pikirkan tentang saat-saat kita seharusnya but you chose other thing instead of me.

Bukannya aku tidak tahu, sebaiknya jangan bermain api. Hanya saja terkadang aku tidak berpikir jauh ke depan.

Adanya dia, membangkitkan ketentraman hatiku. Mengembalikan kepercayaanku, bahwa aku pantas dicintai, pantas dimiliki, dan pantas untuk dijadikan prioritas. Ya aku tau, apa yang terjadi disini tidak akan ada ujungnya. Well, berujung dengan sesuatu yang tidak aku inginkan. But at least, dia hadir dengan segala kejujuran yang memang sudah seharusnya aku tau dari awal. Dia tidak menjanjikan apapun atas hubungan ini. He's there. By my side, with my happiness and sorrow, or physically and mentally just being there.

Bukannya aku menginginkan kamu kembali, hanya saja aku perlu berdamai dengan diriku sendiri.

Tidak. Jangan kembali untuk menyakitiku lagi. Tiga bulan berlalu tanpa kabar darimu. Yang sayang tidak akan bisa pergi bukan? Aku hanya perlu merelakan bagaimana kamu bisa secepat itu tidak peduli dengan kita. Aku hanya perlu membuka hati pada yang sudah terbiasa ada menjadi tidak ada. Well, maybe I’m just being selfish right here. You probably being struggle too at this time.

Apa yang selalu aku harapkan, belum tentu terjadi. Apa yang aku takutkan, belum tentu kejadian.

At the end, both of you and him will be what happened in my past. Sama-sama tidak ada harapan. Kamu, terima kasih sudah mengajarkanku tentang betapa pentingnya merelakan dan betapa pentingnya untuk tidak menyakiti diriku sendiri dengan tidak mencintai seseorang begitu dalam. Maafkan aku masih saja memikirkanmu. Untuk dia, thank you for just being here without asking too much. Thank you for listening and being my friend of my sorrow. I’m sorry I can’t let you in.

Bukannya aku tidak mau bersabar dengan waktu, hanya saja kesendirian selalu menyiksaku.

No comments