Judi Bola Terpercaya Bandar Capsa Bandar Q Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

I Hate Myself, Kebencian Terhebat Ialah Kebencian Pada Dirimu Sendiri

Share:
I Hate Myself, Kebencian Terhebat Ialah Kebencian Pada Dirimu Sendiri

Aku Benci Diriku

Kebencian terhebat ialah kebencian pada dirimu sendiri. Jika sekalinya kamu jatuh, maka akan susah bagimu untuk bangkit kembali.

Pada awalnya aku hanyalah gadis biasa yang tumbuh dalam lingkungan normal, di mana canda tawa menjadi makanan sehari-hariku. Semuanya terasa mudah, bahkan aku mampu menggapai segala target tanpa jerih payah yang berarti. Dunia begitu memanjakanku, sampai kurasa aku mampu menggenggam pepatnya bumi dalam tanganku.

Namun, bukan hidup namanya jikalau tidak kompleks.

Semakin aku dewasa, semakin banyak pula cerita-cerita yang terukir dalam buku hitamku. Wajah-wajah baru, sifat-sifat baru, sampai emosi-emosi baru. Perasaan-perasaan baru yang seringkali dibicarakan orang tanpa pernah aku ketahui, sampai aku merasakannya.

Self-hatred.

Perasaan di mana dirimu benar-benar membenci dirimu sendiri.

Bukan, ini tidak sama dengan hanya sekedar eluhan,

Namun, ini adalah suatu kebencian. Suatu kebencian yang tak dapat kau ceritakan kepada siapapun selain kepada dirimu sendiri. Suatu perasaan di mana kau terus menyakiti dirimu secara ruhaniyah.

Ini berbeda dengan sekedar ketidak puasan,

Namun, ini adalah perasaan benci, marah, yang senantiasa menaungi hari-harimu.

Bagaimana bisa kau hidup di dalam tubuh yang membenci dirinya sendiri? Bukankah itu sangat menyakitkan? Bahkan ketika kau tidur untuk enam jam sehari tidak akan membuat kau merasa segar, karena kebencian-kebencian ini terus menyeruak di kepalaku maupun di dadaku.

Setiap cahaya yang masuk ke dalam matamu terkadang menjadi suatu phobia, yang membuatku memilih untuk ditemani oleh kegelapan yang seharusnya terasa mengerikan. Setiap kata-kata maupun tawa yang menghampiri daun telingamu terasa menakutkan, sampai membuatku menikmati untuk berdiam diri di kamar yang sunyi.

Kebencian ini terus menaungiku, berjalan seperti hantu, yang membuatku menikmati kesendirian bersama sayup-sayup olokan yang tercipta dari kepalaku.

Ia selalu mengatakannya,

"Aku benci diriku,"

"Kau sangat tidak berguna,"

"Apa kau tahu kau adalah beban untuk semua orang?"

Apa kau tidak merasa gila jika kau selalu mendengar hal itu dari dirimu sendiri?

Kebencian terhebat ialah kebencian pada dirimu sendiri. Jika sekalinya kamu jatuh, maka akan susah bagimu untuk bangkit kembali.

Untuk itu, jangan! Jangan sampai jatuh, karena tidak ada seorangpun yang akan kuat untuk menanggulanginya. Ini menyiksa, sangat menyiksa, kau bahkan aku tidak akan kuat.
Percayalah, bahwa seseorang hadir di dunia ini dengan sebuah alasan,
Kau hadir atas suatu tujuan yang mungkin kali ini matamu terlalu kecil untuk melihatnya.
Namun suatu hari kau akan sadar, bahwa ada orang-orang yang bersyukur bahwa kau telah hadir di dalam hidup mereka.

PS:

Ini bukan tentang kau adalah seorang yang bodoh atau pintar, jelek atau cantik, miskin atau kaya, introvert atau ekstrovert, baik atau jahat. Tidak. Self-hatred dapat menyerang siapa saja ketika rasa cintamu kepada Yang Kuasa dan dirimu sendiri sedang goyah.

Maka dari itu, dekatkanlah dirimu kepada Tuhan apabila kau mempercayai-Nya, dan cinta, serta hargai dirimu sendiri. Karena masing-masing dari kita sangatlah berharga.

Kau sangat berharga.

Baca Juga: Terima Kasih untuk Perasaan yang Tak Terbalaskan

No comments