situs poker profesional Bandar Capsa Bandar Q Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

ADU FAKTA POLISI VS KETERANGAN KASUS YANG DIALAMI RATNA SARUMPAET

Share:

Buletin365, Jakarta Polisi membeberkan beberapa hasil temuan yang menyebutkan Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan. Dugaan atas penganiayaan itu semakin kecil karena tidak adanya fakta yang mendukung bahwa Ratna mengalami penganiayaan.

Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, mengungkap kronologis penganiayaan dialami Ratna Sarumpaet. Diceritakan, insiden terjadi pada 21 September 2018, di wilayah Jawa Barat.

"Ratna dihajar tiga orang 21 September yang lalu di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat, malam hari," kata Nanik lewat siaran pers diterima, Selasa 2 Oktober 2018.

Saat itu, Ratna baru saja menghadiri acara konfrensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah Hotel. Ratna naik taksi bersama peserta dari Sri Lanka dan Malaysia. Namun tetiba, taksi ditumpangi mereka dihentikan agak jauh dari keramaian.

"Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya," lanjut Nanik.

Faktanya, penyelidikan polisi menyebut saat pihaknya menerima informasi penganiayaan Ratna dan viral di media sosial, pihaknya langsung bergerak menyelidiki.

"Kami koordinasi dengan Bareskrim Polri dan sudah memerintahkan jajaran terkait info tersebut. Saudari Ratna Sarumpaet mengalami pegeroyokan di Bandara Husein 21 September malam hari dalam rangka mengikuti acara konferensi internasional. Dari hasil pengecekan, belum ditemukan saksi yang melihat dan mendengar langsung di sekitar bandara. Sudah dicek 22 rumah sakit apa ada ibu Ratna mendapat layanan medis terkait luka yang dialami. Ada pengecekan juga di beberapa tempat di bandara husein termasuk porter di situ," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Rabu (3/10/2018).

Polisi pun tidak mendapati informasi terkait warga negara asing yang disebutkan Ratna, yaitu warga negara Srilangka dan Malaysia.

"Kami empati karena Ibu Ratna sudah umur dan alangkah teganya ada orang yang mengeroyok dan kami ingin mendapat info temannya yang orang Srilangka dan Malaysia itu. Tapi kami belum dapat info," kata Nico.

Mengenai kegiatan konferensi dengan warga negara asing di Bandung, kepolisian memastikan tidak ada kegiatan di Bandung seperti yang disebutkan Ratna Sarumpaet.

"Bahwa di Polda Jabar belum ada kegiatan internasional. Biasanya kalau ada (kegiatan), polisi akan melakukan pengamanan. Jadi, 21 September tidak ada kegiatan internasional di Bandung," beber Nico.

Soal Pemukulan


Nanik meneruskan, usai dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal, sehingga bagian samping kepalanya robek. Menurut pengakuan Ratna, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya.

"Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi," beber Nanik.

Faktanya, hasil penyelidikan menemukan bahwa Ratna Sarumpaet pada tanggal 21 September 2018, sekitar pukul 17.00 WIB berada di Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng.

"Tim mendapat info Ibu Ratna sore sekitar pukul 5, beliau ada di RS Bina Estetika, Menteng. Kami sudah bertemu pihak rumah sakit dan pengecekan," kata Nico.

Penyelidikan pun dikuatkan dengan bukti rekaman CCTV rumah sakit, di mana Ratna Sarumpaet terlihat di Rumah Sakit Bina Estetika.

"Di rumah sakit kita dapat CCTV pendaftaran pembayaran. Tanggal 21 September jam 5 sore, Ibu Ratna Sarumpaet datang tapi tanggal 20 sudah melakukan pemesanan terlebih dulu," beber Nico.

No comments